Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Monday, January 3

nolep.

Bagiku salah satu hal yang susah itu untuk memulai. Mulai adalah satu hal yang bikin aku bergerak dari hal yang tadinya udah bikin aku nyaman atau terbiasa dan awal memulai itu gak enak. Sama kayak nulis ini aku bingung mau mulai darimana. Yaudah coba dari mulai aja.

Anyways makanya memulai itu susah karena kebanyakan ngotaknya, "ini gimana ya ntar?" , "kalau jadinya gini gimana?
Ngangong terus di pikiran sampe akhirnya yah udah akhir tahun aja..! Eh udah tahun baru nih ngapain yak..!
Back to the point, actually memulai itu karena gak ada pilihan, mau gak mau sama halnya kayak ngadapin 2022 ini.

Akhir 2020 kemarin banyak resolusi dibuat untuk menghadapi 2021.
Tahun ini aku gak ada resolusi, yang pasti setiap harinya harus semakin lebih baik. 
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, gak harus nunggu pergantian tahun untuk bikin perubahan. Walaupun perasaan mager mau mulai itu selalu ada tapi harus dilawan sama kayak nulis ini, eh tau-tau udah alinea ke 3 aja. See, try it.
Biar obrolannya padet kita ngomongin kejadian gak enak di tahun 2021 yang semoga kita selalu dilindungi-Nya setiap saat. 
2021 ada banyak musibah yang terjadi baik dari udara, laut dan darat. Kayak jatuhnya Sriwijaya Air di Januari tahun lalu, tenggelamnya KRI Nanggala di bulan April dan baru-baru ini meletusnya gunung Semeru. 
Belum lagi berita kematian tiba-tiba dari orang yang kita kenal secara langsung ataupun tidak langsung. Kayak kecelakaan Vanessa Angel dan suaminya yang bikin satu Indonesia kaget bukan main seketika anaknya jadi yatim piatu, aku yang bukan siapa-siapanya aja nangis kejer liat anaknya gimana keluarganya pada saat itu kehilangan dua orang sekaligus, cant imagine.
Dan baru-baru ini meninggalnya selebgram Laura Edelenyi at such a young age, 21..! Masih berharap dia sembuh, pantengin igstory dia tu mood banget, dia keliatan fun walaupun mentalnya juga lagi gak baik-baik aja karena dirusak sama her fu**ing ex.
Gak ngotak sama laki modelan her ex yang benalu, narsis, manipulatif satu paket diborong semua. Jadi pelajaran, toxic relationship itu bisa fatal sampai berujung kematian. Naudzubillah.

Btw, ini bukan kaleidoskop acara gosip silet, insert, hotshot,.. Or whatever you name it. 
Cuma takut aja sama kejadian-kejadian musibah, kejahatan, atau yang aneh-aneh lainnya. Sekarang makin banyak manusia yang jahatnya sampe setan aja bisa istighfar, kayaknya setan kalau mau upgrade skill harus belajar banyak sama manusia.

Anyways, hal yang paling aku takuti adalah kehilangan. Aku gak bakal sanggup kalau ada di posisi keluarga laura atau siapapun itu yang dihadapi dengan kehilangan secara tiba-tiba.
Mygrandpa has died ten years ago. I dont know how i felt, im just crying at the time. Sekarang rasanya aku semakin takut ditinggalkan, aku takut sesuatu ada yang hilang dari diriku.  
Dear God please don't take anything. I'm just scared. Sounds funny.! But i'm not ready yet.

Oke now lets talk about yang baik baiknya aja biar gak stress. 
2021 juga banyak hal baiknya, salah satu kado terindah akhirnya aku punya keponakaaan, I finally became an aunt. Can't wait for Nayy to call me bukngah..! Yeaaay.

Kebahagiaan lain, aku mulai menghargai diriku. Beberapa kali aku bangga sama diriku, mungkin terdengar sepele tapi saat hal yang aku lewati berjalan dengan baik dan gak nyangka bisa akhirnya terlewati walaupun hasilnya gak sesuai. I'm proud of my self, i'm huggs myself, i'm congrats myself.
I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki adalah salah satu buku yang aku baca di tahun 2021. Buku ini tentang self love, aku banyak belajar dari buku ini, tentang betapa pentingnya seseorang bernama aku. 
 
"semua akan menjadi baik-baik saja seiring berjalannya waktu. Tidak, segala sesuatu memiliki sifat yang terus bergerak dan berubah. Kehidupan pun akan berubah-ubah dari baik menjadi buruk dan kembali lagi menjadi baik, begitu seterusnya seperti ombak. Jika hari ini merasa sedih, besok akan merasa bahagia. Lalu, tidak masalah jika hari ini merasa bahagia kemudian esok hari merasa sedih. Hal yang terpenting adalah aku harus mencintai diriku sendiri.
Hanya ada satu 'aku' di dunia. Dengan begitu aku adalah sesuatu yang amat spesial. Diriku adalah sesuatu yang harus aku jaga selamanya. Diriku adalah sesuatu yang harus kubantu dengan perlahan, kutuntun selangkah demi selangkah dengan penuh kasih sayang dan kehangatan. Diriku adalah sesuatu yang butuh istirahat sesaat sambil menarik napas panjang atau terkadang butuh cambukan agar bisa bergerak ke depan. Aku percaya bahwa aku akan menjadi semakin bahagia jika aku semakin sering melihat ke dalam diriku sendiri."
~I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki - Page 111 ~

Bukan berlebihan mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain, engga gitu. Cinta dan bangga sama diri sendiri itu perlu tapi jangan sampai menyakiti orang lain, jangan sampai merendahkan orang lain, jangan sampai ada kata keluar "aku lebih baik dari dia", "aku bisa melewati ini, kasian dia engga" , "aku punya ini, dia engga"  demi apapun itu kata paling aku hindari dan benci. Sounds disgusting i hate myself kalau sampai punya perasaan kayak gitu, you dont need prove anything to make the other respect you, Noo. I mean you just prove to yourself not to other. Tulisan ini pun aku buat untuk mengingatkan diriku sendiri tanpa menyinggung siapapun, karena juga aku sering lupa, udah gitu aja. Owh ya btw, kenapa judulnya nolep? No life maksudnya, aku lagi suka aja dengar kata itu, kayak nolep banget hari ini. Its oke to feel nolep asal jangan keterusan.
Oke welcome 2022, no expectations, lets sit and see..

No comments:

Post a Comment