Monday, September 20

,
Disclaimer, Bukan mau ceritain game gaweng jaman dulu tapi mau ceritain satu kisah di Jepang pada abad ke 15.

Jadi, dulu ada seorang militer Jepang namanya, Shogun Ashikaga Yoshimasa.
Ceritanya dia tiba-tiba gak sengaja jatuhin mangkuk teh favoritnya pemberian dari China.

Yoshimasa langsung mengirim mangkuknya kembali ke China untuk direparasi (ceritanya masih ada sisa garansi).
Tapi setelah diperbaiki, mangkuk kesayangannya malah jadi makin jelek. Cuma ditempelin lem atau selotip gitu.
Yoshimasa kesal dong, dia pun mencari seniman terbaik di Jepang untuk menyambung kembali mangkuknya dengan sesuatu yang lebih indah, bagaimana pun caranya.
Ternyata benar, mangkuk Yoshimasa menjadi lebih cantik dengan menyatukan pecahan-pecahan keramik itu seniman menggunakan suatu perekat yang kemudian diberikan lapisan emas. Dari situlah muncul istilah “kintsugi”— 
kin berarti emas; tsugi berarti menyambungkan. Secara literal artinya adalah meyambungkan dengan emas.

Kintsugi menjadi populer, seni memecahkan suatu barang seperti piring, mangkuk, keramik dengan menyatukan kembali dengan emas. Keretakannya pun tidak boleh ditutup-tutupi, bertujuan untuk mengubah kesan garis rusak itu menjadi lebih indah dan kuat. 

Filosofi Kintsugi juga berhubungan dengan filosofi wabi-sabi, yang bermakna "melihat suatu keindahan dalam sebuah ketidaksempurnaan". 
Kepikiran buat nulis filosofi kintsugi ini berawal dari nonton drakor Individualist Ms Jiyoung
Fyi, aku udah lama gak ngedrakor. 
Setelah sekian lama akhirnya coba nonton lagi karena cuma 2 episode.
Jadi, karakter Na Ji Young yang diperankan oleh Min Hyorin alias biniknya Taeyang disini diceritain seorang individualis yang tidak membutuhkan orang lain dan juga tidak peduli dengan lingkungan sekitar, mirip kayak perannya di Film Sunny. Tipikal Aquarius yang sok cool, cuek, misterius tapi pengen diperhatiin. 
Ngerti gak siih?
pinterest
Ternyata semua itu akibat trauma masa kecilnya sebagai anak korban broken home. Orangtuanya saling menolak untuk mengurusnya. Sejak saat itu, Na Ji Young memutuskan hidup sendiri dan semakin mengasingkan diri dari dunia luar. Dia sering menyalahkan diri sendiri, dia benci segala makhluk hidup. 
Mengurus tumbuhan dan binatang aja dia benci apalagi manusia.
Tapi semua itu berubah sejak kehadiran Park Byeok-so yang memberikan warna baru dalam kehidupannya.

Karakter Park Byeok-so yang diperankan oleh Gong Myung kebalikan dari Na Ji Young. Dia seorang ekstrovert yang gak bisa hidup sendiri. Dia rela ngelakuin apa aja demi mendapatkan atensi dari orang-orang sekitarnya. Karakter Park Byeok-so ini mengingatkanku 
Kaum gak enakan sama orang lain tipikal 
"Yes Man". 
Orang pada liburan Natal, dia malah disuruh nugas, malah nurut lagi.
Ternyata dia punya masa lalu yang gak enak.
Park Byeok So berasal dari panti asuhan dia takut ditinggal keluarga adopsinya itu sebabnya dia jadi penurut dan selalu menghibur dirinya dengan keramaian.
pinterest
Singkat cerita mereka putus. Kehancuran mereka berkaitan sama filosofi kintsugi ini. Mereka hancur dan kembali dipertemukan dititik terbaik menurut takdir.
pinterest
Pribadi yang sudah hancur pun menjadi indah dan lebih bermakna setelah diperbaiki.
Kalau kata Cantika Abigail, "Kita jangan pernah lagi melabeli perasaan senang itu positif dan menangis itu negatif. Kita perlu keduanya dalam menjalani kehidupan sebagai manusia seutuhnya. Semua emosi yang ada penting untuk dirasakan agar hidup kita lebih seimbang".
Filosofi Kintsugi ini bukan cuma tentang patah hati tapi segala bentuk ketidaksempurnaan seperti trauma masa lalu, pekerjaan yang buruk, keluarga yang hancur, atau perlakuan orang lain yang kurang menyenangkan, apapun bentuknya yang membuat kita merasa hancur. Percayalah, itu bukan akhir dari segalanya dan jangan pernah mengatakan sia-sia pada hal yang sudah terjadi. Tidak ada yang sia-sia, segala peristiwa terjadi untuk menguatkan dan mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semua bisa diperbaiki bahkan bisa jadi jauh lebih indah.

________________________________

Reference :