Friday, August 20

Nur Series

"Sedangkan dalam sepekan pun ada tujuh hari. Bukan delapan. Bila dibagi, takkan merata. Ada yang mendapatkan tiga dan yang lain empat. Jadi bukan kau saja yang merasa dunia ini tak adil. Semua makhluk di Bumi ini. Merasa bahwa dunia tak adil.
Namun, selama kita mencoba melihat Allah dengan standar manusia, kita takkan bisa melihat keadilan Allah. Jadi.. di mana keadilan Allah? Keadilan Allah terlihat bila kita menerima takdir kita. Bila kita menerima takdir yang sudah Allah suratkan.
Di Alaska.. muslim harus berpuasa 20 jam. Sementara di sini, muslim hanya berpuasa 12 sampai 13 jam. Apa itu adil? Keadilan lebih tampak saat para muslim di Alaska berpuasa selama 20 jam dan mereka bersyukur tanpa mengeluh.
Kenapa mereka berpuasa lebih lama di bandingkan kita di sini? Karena mereka tahu, Nur. Mereka tahu, ada hikmah di balik itu.
Adil juga di mata Allah apabila orang cacat...
menjalani hidup mereka yang berat
dengan rasa syukur
Sama juga dengan orang buta
yang terus hidup di dalam kegelapan
Si buntung yang terus hidup tanpa kakinya
Tetapi mereka bersyukur
Itu akan tetap adil bagi orang miskin, meski rezekinya hanya sepiring nasi.
bila mereka bersyukur tanpa iri kepada orang berpunya...
Lalu, yang kaya sanggup memberikan haknya ke orang miskin
meski tahu, itu tak adil untuk mereka
Selama kita tak menerima bahwa Allah hanya menguji kita,
kita akan terus menyalahkan-Nya karena tak adil.
Tapi, Allah Maha Adil.
Mungkin, di dunia ini, kau susah,
Tapi di akhirat nanti, setelah kau lulus dari ujian ini.
Insya Allah derajatmu pun akan lebih tinggi dari wali.
Asalkan kau ikhlas dengan ujian hidupmu,
Allah itu Maha Adil
Allah berhak melakukan apa saja yang Allah kehendaki.
Itulah keadilan yang sebenarnya.
Kebesaran Nya yang tak tertandingi"

diambil dari "Drama Malaysia 'Nur' di Netflix khususnya episode 7 season 1" Adisty 

*Spoiler Alert

Berawal dari scrolling di quora, ketemu kutipan dialog dari series Malaysia, berjudul NUR.
Tertarik mau nonton karena baca quote yg nyantol dihati. Cerita tentang percintaan Adam (anak seorang ustadz kondang) dengan Nur seorang PSK.
Awal-awal episod agak klise dengan cerita yg mirip drama ala-ala Indosiar.
Mulai perjodohan antara Adam dengan Deeja, 
si Ahmadi menantu Laki-laki yg gila harta, tahta, wanita, sampai masalah makin kompleks saat Adam dan Deeja gagal menikah karena Adam lebih memilih Nur, kakak ipar dan ibu mertua yg gak terima, suami Aishah (Ahmadi) yg begatal dengan Nur, belum lagi di season 2 masuk sang pelakor si Juita yg manipulatif penuh tipu daya. 
Lengkap penderitaan Nur.! Udah kayak Roller Coaster. Capek, emosi, mental breakdance ngikutinya.
Walaupun dibikin emosi dan ikutan nangis sampe pusing tapi jujur banyak pesan moral dari series Nur ini yg aku dapat. Apalagi nasihat-nasihat dari Ayah Adam yg menyejukan hati.
Beberapa quote dari series Nur :
source : twitter

Ayah Adam tak pernah berhenti menasehati istirinya untuk ikhlas menerima Nur, tapi sisi lain Mak Adam merasa berat memaksakan hatinya karena sejatinya memang Allah lah yg mengenggam hati manusia, kita tidak bisa memaksakan kehendak yg tidak bisa kita kontrol seperti hati Mak Adam.
Mak Adam tidak terima Nur sebagai menantunya karena asal-usulnya yg kelam. Tapi Ayah Adam bisa lapang hati menerima Nur. 
"Jangan kerana Allah permudahkan Abang untuk terima Nur, Abang sombong kepada saya. Saya juga sedang mencuba." - Musalmah (Mak Adam)
_______________________________________
source : twitter

Selama hidup, Mona (Mak Nur) selalu anggap Allah tidak adil karena tidak pernah mengabulkan doanya sampai putus asa berharap kepada-Nya. Di akhir hidupnya Mona bersyukur bisa bertemu anaknya (Abang Nur yg telah meninggal) lewat mimpi. 
Mona bertaubat di sisa hidupnya.
Pernah aku baca "sesungguhnya amalan itu tergantung endingnya" 
Mona yg merasa hidupnya hina tapi Allah mengakhiri hidupnya dengan ampunan-Nya. Mona meninggal dalam keadaan mengucap di pangkuan Nur. Allah meringankan lisannya untuk menyebut nama-Nya.

_______________________________________
source : twitter

Doa Nur yg tak pernah putus meminta ampunan dan rahmat-Nya untuk diberi petunjuk atas hidupnya. 
Kata-kata orangtua Adam bikin adem.
"Setengah manusia tak sebertuah kamu, Adam. Setengah manusia Allah beri kesukaran, kehinaan dan ujian hidup yg getir tapi mereka tetap gigih mencari-Nya. Bukankah itu sifat yg mulia, disebalik pekerjaan mereka yg kita keji itu?"
-Ayah Adam

"Sekarang Mak dah faham kenapa Adam pilih kamu. Sebab kamu ikhlas dengan Allah, kamu cintakan Dia bukan atas dosa dan pahala kamu, tapi sebab Dia Tuhan kamu dan kamu perlukan Dia, dan atas izin-Nya, Dia temukan Adam sebagai pembimbing kamu."
-Mak Adam

_______________________________________

Banyak stigma negatif yg kita anggap biasa tapi sebenarnya itu berdampak buruk kalau terus kita biarkan.
Seperti nasehat Adam kepada Mak nya tentang Aishah yg mau bercerai dengan Ahmadi tapi Mak nya takut karena Aishah mandul takut tidak ada laki-laki selain Ahmadi yg bisa terima Aishah.  Adam mengatakan bahwa ada tak adanya anak bukan sebab kita bahagia atau tidaknya dan tidak ada anak bukan berarti aib.
Nasehat Ayah Adam tentang sumbangan untuk pondok dari seorang PSK, Adam tidak mau menerima uangnya karena bersumber dari yg haram, Ayah Adam berkata bahwa uang yg PSK dapatkan itu urusan antara dia dan Allah. Kita tak perlu ikut campur tugas Allah, tugas kita hanya menerima niat baiknya.
Series ini memberikan gambaran bahwa kebaikan ada di mana-mana, bahkan di tempat yang menurut manusia adalah tempat atau pribadi yang “kotor” sekalipun. Sebaliknya, keburukan juga ada di mana-mana, bahkan di tempat dan wujud yg terlihat “suci”.

QS Al-Ankabut ayat 2, menjadi highlight di series ini.

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

Merasa beriman bukan berarti merasa aman dari ujian. Begitupun yg merasa kotor penuh dosa bukan berarti Allah tidak sayang atau tidak menerima kita sebagai hamba-Nya. Selalu ingat bahwa kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya melebihi kasih sayang orangtua ke anaknya. Seburuk dan seberat apapun dosa selagi kita tetap mencari-Nya disitulah letak adil dan kasih sayang-Nya, Dia tumbuhkan rasa bersalah ketika buat dosa tandanya hati kita belum mati dan Dia menginginkan kita untuk kembali kepada-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yg selalu diberikan petunjuk-Nya.

Series ini bagus buat charge iman.
Happy watching..!
Happy friyay..!
keep praying..!

No comments:

Post a Comment