Thursday, September 24

,
https://id.pinterest.com/
Sorry to say but its gonna be like a random thought bener-bener random tanpa tujuan apapun mau ngoceh aja. 
Tapi kapan juga aku ter-struktur? Kan biasanya emang random dan absurd juga.
Yaudahla..

Jadi akhir-akhir ini otak kapasitas 2GB ini selalu nyarik perkara untuk memaksaku overthinking yang terlalu overload hampir overheat, haaa ya gitu laa.
Aku gak tau ntah emang lagi di fase Quarter Life Crisis season yg keberapa sangking banyaknya overthinking, atau juga mungkin ini gejala mental illness menuju depresi kah?
(aku gak mau terlalu jauh untuk meng-klaim itu) apakah emang normal-normal aja di umur 20-an ini untuk overthinking? idk.

Mulai ngerasa capek sama aktifitas setiap hari dari jam 09/18 terus menerus kerja. Dan aku harus bertanggung jawab sepenuhnya untuk itu. Bukan merasa terbebani atau benci, Engga sama sekali. Dari kecil juga aku terbiasa beraktifitas di luar, jualan nyari uang, karena aku suka uang, sukaaa kalii. Cuma sekarang ini aku ngerasa capek dan mulai jenuh. Di rumah gak ngapa-ngapain juga aku bosen. Aku lagi di fase yang gak tau maunya apa.

Selalu bandingkan hidup dengan orang lain apalagi teman sebaya. Ini nih penyakit yang susah untuk dihindari, walaupun aku selalu bilang ke diri sendiri dan teman-temanku yg lain untuk jangan pernah bandingkan hidup kita dengan orang lain. Tapi kenyataan prakteknya sangat susah untuk dihindari. 
I always fucking compare myself to other. Why...???
Aku sering diskusi ke diri sendiri 
(tentunya ngobrol dalam hati yaa, gak mungkin didepan kaca marah-marah gak jelas kek orang gila)
Mungkin aku kurang bersyukur kali dan aku jarang bandingin diriku ke orang yang "kurang beruntung" diluar sana tanpa aku sadari. 
Tapi setannya, kadang aku ngebantah, apa yang bisa aku syukuri selain aku cuma bisa hidup.
Jahat memang. 

"Bahkan kehidupan adalah hal pertama yg wajib disyukuri paa..!" (malaikat baik)

"Tapi hidup gak sekosong ini paa..! rasanya terlalu sulit bahkan untuk bertahan, yuk ngebaygon aja"  (dajjal)

Ya seperti itu, selalu ada 2 sisi yg berbeda ketika sedang berdiskusi ke diri sendiri. 

Tentang Pisces yg kebanyakan introvert apakah itu benar? 
Mungkin aku spesies ikan yg bisa hidup di 2 alam, air dan darat. 
Kadang aku merasa introvert. 
Aku gak pernah cerita kalau gak ditanya itupun dengan paksaan. Aku juga sulit mengutarakan perasaanku, masalahku ke orang lain, aku lebih nyaman menyimpannya sendiri.
(yaa,  aku tau itu gak sehat) 
kadang aku juga merasa ekstrovert tentunya kalau udah ketemu hantu-hantu belau my freaking friends.
Yaa aku introvert kalau lagi sendiri ๐Ÿ˜‚ 
(semua orang juga gitu kaliii)

Akhir-akhir ini aku juga senang dengan ketenangan. Dulu aku gak bisa tidur sendiri.
yaa, aku takut..
Tapi, sekarang aku lebih nyaman tidur sendiri.
Sendiri dengan pikiran sana-sini
Aku lebih irit bicara kalau udah di rumah. 
Aku lebih nyaman "mengurung" diri di kamar.
Rebahan is my life, cigeum๐Ÿ‘Œlmfao
Rebahan sambil nontonin Kimbab Family di yutup, berharap ada keajaiban punya suamik korea kayak Appa Jay yg mirip siwon, penyayang keluarga, se iman  apalagi.
Pasti hari-hariku diisi dengan backsoundnya, 
piling gut laik kasut... ๐Ÿ˜‚
Halu is never end.

Aku ngerasa di tahun ini serba males mau ngapa-ngapain. Sebelumnya aku masih rajin bacain buku-buku tentang Self Improvement, upgrade diri, skill. 
Sekarang ya Allah kenapa aku males buat ngapa-ngapain???
Bahkan mau mulai tulisan ini aja harus dipaksa dulu, kalau diundur lagi bisa lupa. Dasar aku.

Tapi aku yakin, seiring berjalannya waktu manusia pasti berubah. Begitupun aku.
Pikiranku berubah, mood juga berubah tentunya. Mungkin ini memang fase dimana aku harus survive dengan diri sendiri yang lagi gak tau maunya apa. 
Mencari jawaban, hidup seperti apa yang aku cari. 

Meskipun pencarian tentang makna hidup tidak akan pernah ada habisnya, setidaknya untukmu ulpa kau harus bahagia dan menikmati perjalanannya sampai kau menemukan artinya.
Beberapa tahun kedepan kau akan kembali membaca tulisan ini dengan pandangan hidup yg baru, kau akan menertawai tulisan ini, kau akan bangga akhirnya kau berhasil menemukan dirimu yg sesungguhnya. 
Itu saja.

Big thanks to my Blog yg udah menjadi wadah pikiranku selama 4 tahun ini. Karena aku gak pande main tiktok untuk curhat disana dengan slides video nangis misalnya ditambah tulisan kecil-kecil. I can't do that.
So i prefer my blog to vom everything in my mind. 
I don't blame kaum tiktok, just go ahead.

********
Oyaaa... FYI, 1 months ago the one and only my kakak has married. 
Banyak prediksi yg terpatahkan, yg mengatakan that i am gonna be the first married than her. Masak ia aku ngelangkahi dia. Orang-orang pada ngira aku yg lebih dulu menikah karena aku terlihat lebih cheerful, noisy, daripada dia yang calm down, cool alias dingin kek es batu. 
yaa she is like a ice princes. 
(you guys totally wrong)

Anyway time flies too fast yaa.. 
perasaan baru kemaren aku nyolong bindernya buat dipamerin ke konkawan esede. 
Berantem gara-gara kulit, harvest, sma kiky nya banyak aku tukerin sama yg lebih jelek๐Ÿ˜‚
Ngerelain celenganku buat nyogok dia biar jangan sampai ngadu ke orangtua karena kelepasan ngomong kotor (makian) ๐Ÿ˜‚
Mulai hari itu aku bertekad tidak akan mau satu sekolah lagi sama dia cukuplah esede aja. lmfao

Sekarang semakin dewasa sibuk dengan dunia masing-masing, we are even never talk more than 3 minute. 
Dulu aku gak mau hidup "membosankan" seperti dia. Tapi sekarang aku mengharapkan hidup dengan penuh ketenangan seperti dia. 
I know being the first child it was burdensome for her. 
Menjadi contoh dan panutan untuk adik-adiknya, sometimes menanggung jawabi kebutuhan adik-adik. Dan harapan besar kedua orangtua pertama kali terletak dipundaknya. Yaa aku tau menjadi pertama itu penuh dengan beban. Anak pertama sekaligus cucu pertama dari pihak keluarga kedua orangtua. Otomatis dia tidak hanya menjadi role model adik-adiknya tapi adik-adik sepupu juga. 
Segala peristiwa besar dimulai darinya.
But she never show that, she never talk, and complain that's all.
Wish I could live full of calmly, peace as her to face anything at all. Semoga saja..

Mulai hal kecil dari coba menjawab pertanyaan dengan tenang, 
"ulpa kapan nyusul kakak?"
sambil nyengir kuda 
"doakan sajaa..๐Ÿ˜"  
Dalam hati pen nunjang sinabung.
https://id.pinterest.com/