Monday, February 25

,

Ulpa Lupa Ulpa Lupa Ulpa Lupa..! 

Yaa semacam sugesti dari lahir bahwa aku ditakdirkan menjadi seorang yang pelupa.
Tapi emang bener sih, mungkin ketika pembagian Ram Otak aku cuma kebagian 200 Mb.
100 Mb udah kepake buat nyimpen janji manis dan tak manis.
Sisa 100 Mb lagi kepake buat Drakor. Loh Lah Loh.. (iyain ajadeh pokoke)

Yang jelas menjadi seorang yang pelupa itu sangat melelahkan.

Lupa = Lemot

Ketika seorang lawan bicara mengingatkan berbagai macam peristiwa kejadian kepada si-pelupa (aku) spontan otak mulai sibuk mencari file-file yang dimaksud.
Menyebabkan sel-sel otak menjadi sibuk tak terkendali sehingga menimbulkan ke-lemotan. 
(ini ngomongin apaseh?)

Dan hipotesis tersebutlah yang mendukung bahwa 9 dari 10 lawan bicaraku, beranggapan aku manusia terlemot di muka bumi ini. Dan mungkin bisa masuk kategori  7 Manusia Dengan Otak Terlemot versi On The Spot.

Betewe 9 dari 10 sisa 1, siapa sih 1 itu? Dialah orang yang selalu sabar dengan segala kekuranganku yang tak pernah mengeluh, selalu luluh. Siapakah si-satu itu? Mungkin kamu.! Hehehe

Ternyata faedah menjadi seorang yang pelupa itu juga ada lho..
Alhamdulillah aku termasuk orang yang gak terlalu memikirkan apa kata orang. Apalagi orang yang tak berkepentingan. Jadi aku gak perlu susah payah untuk nyimpan hal-hal negatif itu kedalam hati karena otak mungilku terlalu padat untuk mentransfernya ke hati.

Kadang aku suka salut sama orang yang gampang ingat sesuatu secara detail. 
Bahkan kayak hal kecil semisal sampai hapal kemaren seseorang pake baju apa, warna apa, sepatunya apa dan detail-detail kecil lainnya.
Lah aku? boro boro ngingat outfit orang, outfit sendiri aja kadang sering lupa.

Ohh iyaa satu lagi, aku paling suusaaah ngingat jalan, nama orang, dan bentuk wajah orang. Karena itu teman-teman disekitar suka naik darah kalau lama-lama berinteraksi samaku. (hahaha maafkeun aku gaaees)

Jadi faedahnya menjadi pelupa adalah otak mungilku hanya menyimpan segala yang bersifat crucial. (Thank's tiny brain)



Ini adalah postingan pertama di tahun 2019 dan FYI it's my birthday! Biasa aja sih sebenarnya, semakin dewasa malah semakin tidak ingin ulang tahun. Karena takut menua😢 postingan tentang ulangtahun 2 tahun yang lalu pernah aku posting disini

Menurutku arti sebuah umur hanyalah akumulasi angka dari lamanya jiwa mendiami raga.
Umur bertambah berarti tanggung jawab bertambah, dan pastinya jatah hidup berkurang.
Semoga dengan bertambahnya usiaku, bertambah baik juga akhlak ku. Dan dilimpahkan segalanya yang baik-baik dari Sang Maha Baik.
Semoga kelak di akhirat kita tidak malu dengan Allah SWT karena tidak menggunakan umur kita dengan sebaik-baiknya.

Bismillah for new chapter...😇😇😇😇
.
.
.
.
.
daaan semoga dengan bertambahnya usia tidak menjadi bertambah lupa.. LOL 😂😂😂