Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Monday, June 25

,
Ucapan itu adalah doa dan penyematan sebuah nama itu adalah harapan dan doa yang diberikan orangtua kepada sang anak.
Begitupun dengan memulai suatu usaha atau kerjaan. Contohnya kalau dijalan pasti sering ngeliat angkot atau mobil truk yang dibemper belakangnya ada tulisan "Doa Ibu", "Rezeki Anak Soleh" or something else..
Kalau petani kedelai punya Malika yang dibesarkan seperti anak sendiri kalau ayahku punya Rezeki Baru yang juga dibesarkan seperti anak sendiri. Tapi Rezeki Baru ini anak yang tidak dimasukkan ke KK yess.

Okee jadi Rezeki Baru ini dirawat dan diasuh ayah sejak zamannya apitson yang kini telah berganti nama jadi balsem, zaman iklan RCTI yang masih jualan sembako lewat sampan di sungai. Intinya udah lama kali laa.

Sebelum Rezeki Baru ayah juga punya anak namanya Cahaya Indah yang dirawat sebelum aku dilaunchingkan.
Tapi sayangnya Cahaya Indah ini tidak bertahan lama.
Dipenghujung kepergian Cahaya Indah ayah langsung memutuskan untuk merawat anaknya yang baru dengan menyematkan nama Rezeki Baru. (Drama banget bahasanya)
Alhamdulillah sampai sekarang Rezeki Baru masih bertahan.

Tentu aja bukan hanya peran ayah sendiri dalam merawat dan membesarkan "anaknya". Rezeki Baru ini juga punya banyak "baby sitter"dari dulu sampai sekarang. Dari banyaknya baby sitter cuma segelintir orang yang bertahan sampai waktu yang lama untuk bantu ayah ngerawat Rezeki Baru ini.
Tapi disetiap pertemuan pasti ada perpisahan kan? Dan disetiap pertahanan pasti ada perasaan ingin menyerah.

Dan hari ini Rezeki Baru kembali ditinggal sama baby sitternya yang paling hangat dan nyaman menurutnya. Yees everybody know her. The girl with good attitude and humble yang emang pas jadi pawangnya Rezeki Baru. Yes she is the one and only Khanisa Ajiba alias Nisa Sabyan wkwkwk.

Jujur aja sebenarnya aku gak rela begitupun juga Rezeki Baru terlebih ayah.
Tapi seperti yang sudah aku bilang tadi bahwa tiap pertemuan pasti ada perpisahan dan disetiap perasaan yang ingin bertahan pasti ada rasa ingin menyerah. Tapi aku yakin alasan nisa pergi bukan karena menyerah apalagi bosen. Bukan! Tapi karena kelembutan hatinya yang memilih untuk beristirahat sementara. (Jangan pergi)

I can't say anything too much karena aku gak mau ini jadi yang terkahir kalinya.

Hanya saja untuk selama ini aku ucapin terimakasih banyak untuk Nisa Sabyan.. i mean, Khanisa Ajiba yang 5 tahun terakhir ini udah jadi bagian Rezeki Baru. Yang selalu bela ayah kalau ada sales-sales nakal minta dicubit. Makasi juga udah mau jadi temenku diskusi dalam segala hal dari ngomongin agama sampai drakor selalu nyambung. Dan yang paling berkesan terimakasih udah mau ngerawat Rezeki Baru yang beberapa tahun terakhir ini emang lagi sakit, you know that. Doain biar cepat sembuh supaya bisa bertemu kembali.

Aku beneran syediih
 (︶︹︺)

Saturday, June 9

,
Saat kuliah ditanya, kapan wisuda?
Selesai wisuda ditanya, kapan kerja?
Dapat kerjaan ditanya, kapan nikah?
Setelah menikah ditanya, kapan punya anak?
Anak udah gede ditanya, kapan punya mantu?
Udah dapat mantu ditanya, kapan gendong cucu?
Dan pertanyaan kapan-kapan seterusnya tidak akan pernah berhenti ditanya sampai upin-ipin tamat TK.
Yaa memang seperti itulah siklusnya kehidupan manusia yang jika aja sedikit terlambat dari perputaran manusia normal lainnya, bersiaplah untuk dibombardir dengan pertanyaan kapan, kapan dan kapan itu!

Dan dari segala rentetan pertanyaan, jujur aja pertanyaan KAPAN NIKAH inilah yang bikin bulu kuduk merinding bagi para jomblo fisabilillah diluar sana termasuk aku. Horrorable!

Sebenarnya aku perempuan yang sangat ingin menikah di usia muda. Dulu.. I thought, no, I mean, aku pengen nikah diumur 20 atau paling tua 23. Sekarang, aku dipertengahan umur 20 and 23 but the desire is gone, somewhere I don’t know.
Rasa-rasanya untuk menikah diumur yang sekarang aku belum yakin bisa siap.
Ya kecuali ada bule muslim yang taat rajin sholat, sayang keluarga, penyabar, penyayang apalagi tidak merokok, rajin kerja dan rajin sedekah tetiba datang nyamperin ke rumah terus ngajakin nikah. Of course i'll say Yess..!
Wkwkkw bercanda yaa
(kalau ada juga Alhamdulillah banget)



Oke back to the topic KAPAN?
Wallahualam..


Nyatanya pernikahan itu menurut seorang yang belum pernah menikah ini tidak mungkin segampang itu kan?
Tidak mungkin oke main bungkus aja. 
Karena pernikahan itu nggak se "kacang" pacaran, pernikahan nggak seenteng itu. Dan nyatanya lamanya pacaran tidak menjamin keawetan rumah tangga itu sendiri. (Bagi kaum pacaranisty yang belum siap menikah sudahlah mending belajar memantaskan diri aja deh dulu)


Se-sok tau-an aku pernikahan juga bukan peralihan daripada pacaran mending nikah. Maksudnya yaudah nikah aja deh daripada pacaran jelas haramnya. Memang bener, tapi alasannya itu nggak apple-to-apple menurutku. Esensi pernikahan itu akan hilang jika pernikahan ini sendiri menjadi pengganti daripada pacaran. Padahal di dalam pernikahan itu ada sebuah nilai besar yang harus dijaga yaitu "BERTANGGUNG JAWAB". (sengaja di capslock biar jelas)

pernikahan adalah sebuah upacara sakral penyerahan tanggung jawab antara seorang ayah kepada seorang suami yang disaksikan oleh Allah dan para malaikat. Yaa se-crucial itu. Padahal dulu aku sempat menganggap perkara sekali seumur hidup ini In Sya Allah adalah perkara enteng dan jujur aku menggampangkannya. Cuma nyebut Saya terima nikahnya dengan mahar bla bla bla.. And then SAH!


Pastinya untuk menggabungkan dua anak manusia dengan latar belakang yang sangat-sangat jelas berbeda bahkan bisa jadi bertolak belakang itu, gimana caranya agar bisa jadi satu visi dan misi.
Dan semakin kesini, semakin aku berfikir lagi bahwa menyatukan keduanya itu tidak mudah, terlebih lagi di usia yang terhitung muda. Tapi bukan berarti aku meratakan semuanya bahwa yang muda belum siap menikah. Bukan gitu yaa.. At least, kembali ke pribadi masing-masing yaa. Karena setiap individu punya penilaian dan sudut pandang sendiri.

Menikah tidak semudah membeli gorengan dan tidak sesulit mencari tabung gas 3 kg di bulan puasa ini.
jangan karena terus-terusan dibombardir pertanyaan kapan, kapan dan kapan itu menjadikan kita terburu-buru dalam melangkah. 
Bagi yang siap menikah dalam waktu dekat silahkan aku dukung dan doakan semoga sakinah, dan yang belum siap menikah bersiap-siaplah menyiapkan jawaban terbadas menjelang H-5 Lebaran.



(salam jomblo pasrah akan takdir Allah)