Friday, March 23

Awas Kena Tipu!!

Pernah gak ada orang yang kena hipnotis setelah sadar barangnya dicuri, dia malah senang jadi korban?
Atau ada gak orang yang ditipu ratusan kali dengan orang yang sama, eh malah gak sadar-sadar juga?

Yaa pasti gak ada orang yang ikhlas kena tipu setelah sadar. Pasti yang ada nyesal, gak terima, kapok dan lain sebagainya.
Baiklah, coba dianalogikan dalam kehidupan dunia ini.
Bukankah semua yang ada di dunia ini hanyalah tipu daya?
Bukankah saat ini kita dalam keadaan sangat sadar bahwa setan selalu mengotak-ngatik hidup ini agar kita selalu termakan tipu dayanya?
Lantas kenapa kita masih ikhlas ditipu?
(Tepuk dada tanyak hati)

Sebenarnya apa yang aku jelaskan sudah tercantum dengan gamblang didalam Al-Quran. Dibeberapa ayat, Allah SWT memberi petunjuk bahwa dunia ini hanyalah sesuatu yang menipu dan penuh senda gurau.

Allah berfirman....

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (QS. Al-An'Am: 32)

"Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia...." (QS. Al-An'am: 70)

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut: 64)

"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." (QS. Muhammad: 36)

-----------------------

Jadi, apakah kita tidak boleh mencintai dunia beserta isinya?
Boleh... Boleh sekali, itu fitrahnya manusia.
Yang tidak diperbolehkan itu jika kecintaan kita kepada dunia melalaikan kita dari urusan akhirat.

Aku pernah baca tentang waktu yang sebenarnya kita jalani di dunia ini seandainya saja kita hidup sampai berusia lebih kurang 70 tahunan maka hitungan Allah (hitungan hidup di akhirat) itu cuma 1,5 jam.
Iyaa, kita cuma hidup 1,5 jam disini. Itupun kalau usia kita sampai 70 tahunan, gimana kalau kita hidup cuma sampai 20 tahunan, 30 tahunan, 40 tahunan, atau bahkan masih kecil sudah berpulang. Subhanallah, mungkin hanya hitungan menit bahkan detik bagi Allah SWT.
Kalau kata mamakku, kita hidup di dunia ini ibarat jalan-jalan ke Mall cuci mata sebentar lalu pulang.
Iyaa sesingkat itu! Seperti musafir yang berteduh sebentar dibawah pohon lalu kembali melanjutkan perjalanannya.

Jadi sekali lagi jangan sampailah kita kena tipu dayanya iblis dalam urusan mengejar dunia.
Seringkali kita berlomba-lomba saling memperkaya diri hingga lupa memperkaya amal, sibuk memoles penampilan hingga lupa memperindah iman, sibuk mendapatkan pengakuan, pujian dan hal-hal lainnya yang membuat dunia menjadi prioritas, menjadi tolak ukur kebahagiaan manusia. Hingga lupa tujuan utama kita sebenarnya untuk akhirat dan kehidupan dunia ini hanyalah fasilitas untuk mengejar kehidupan bahagia yang hakiki (surga-Nya).
.
.
.
.
Tulisan ini sebagai pengingat untuk diriku dan kita semua karena kehidupan tak lepas dari itu. Semuanya hanya serba sebentar.
Dan untuk segala sesuatu yang bersifat sebentar, janganlah berlebih-lebihan.
Air mata kita yang selalu kita habiskan untuk luka dan kepergian minimal, sisakan untuk kesalahan-kesalahan yang kita perbuat.
Sementara saja mari kita menjadi orang yang baik, orang yang senantiasa berdzikir dan beristighfar.

Terimakasih telah luangkan waktunya untuk membaca. Semoga Allah SWT kuatkan hati dan iman kita.

Munajat sang fakir ilmu 5:05 PM

No comments:

Post a Comment