Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Friday, October 27

,

Kenapa waktu terasa begitu cepat dan hidup gitu-gitu aja??
Perasaan baru hari senin kok udah senin lagi yaa?
Ehh baru sadar bentar lagi tahun baru, kayaknya baru kemaren makan Mie Ayam Pangsit sore akhir tahun.
Masuk tahun baru, ehhh gak lama bentar lagi puasa. Perasaan kue lebaran masih nyangkut di leher.

Yaaass... Kali ini emang bener-bener random thought!

Aku pernah baca artikel tentang kenapa semakin bertambahnya usia manusia merasa waktu begitu cepat berlalu?

Ternyata itu hal yang normal. Bahkan ketika umur memasuki 20 tahun keatas, manusia yang hidup dengan siklus aktifitas yang berulang merasakan kecepatan waktu lebih cepat.
Seperti kebiasaan rutinitas kita sehari-hari.
Dimulai bangun tidur, kuliah/kerja, bertemu dengan orang-orang yang sama, melewati jalan yang sama. Kejadian perulangan seperti ini membuat waktu "terasa" lebih cepat.

Sangat berbeda dengan anak kecil yang merasakan waktu berjalan lebih lama karena banyak hal yang bisa mereka pelajari, otak memproses ilmu akan membuat waktu berjalan lebih lama.
Bagi anak-anak, dunia ini dipenuhi hal-hal yang tidak biasa, dan berisi pengalaman baru yang menunggu untuk mereka pelajari. Ini berarti bahwa anak-anak harus mendedikasikan kekuatan otaknya untuk memproses informasi dari dunia luar yang begitu luas.

Ternyata hal tersebutlah yang mendukung hipotesis bahwa waktu akhirnya terasa berjalan lebih lambat untuk anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa yang terjebak pada rutinitas.

****
Ada yang bilang pergantian tahun baru seperti kedipan mata.
Banyak waktu yang kita buang sia-sia dan gak terasa umur semakin bertambah tanpa ada progress dalam hidup. Miris?? Sangat teramat miris.

Masih banyak planning yang belum tercekliskan.
Sadar gak sadar kita terlalu santai dan lalai dalam hidup ini, tanpa sadar dengan kejamnya waktu yang terus berputar tanpa menunggu.

Jadi mari sibukkanlah diri kita dengan hal yang baik, karena waktu akan melayang begitu saja dan tidak bisa kembali, baik itu kamu menjalaninya dengan senang ataupun tidak. Ingat bahwa waktu hilang dengan lebih cepat dan semakin lebih cepat dari hari ke hari.

Monday, October 9

,
Assalamualaikum Teman-Temaaan :)
kangen nulis lagii ni setelah jadi doping  amatiran untuk "biji betik" (baca: diah cs)
Sebagai makhluk dengan jiwa sosial yg tidak terlalu tinggi tapi lumayan tinggi (gimanasih??)
Harus saling membantu orang-orang di sekitar apalagi teman. Ingat lho yaa teman itu dibantu dan didukung bukan ditikung.. hehehehe
Menurut Tata Janeti, makhluk sosial adalah makhluk yang hampir punah seiring berkembangnya teknologi dan makhluk alay (Analisis Angan Anganku : 2017 : Edisi pertama dan terakhir : 19, Penerbit Bunian, Lembah)
Bagi yg waras diatas jangan dibaca yaa! kalau udah kebaca yaudah ambil hikmahnya ajaa yaa.
Baiklah sebelum kalian keburu kabur, kita mulai aja yaa bahas si "tamu" ini!
Bukan ngomongin jelangkung kok tenang aja.
Saat ini kita udah masuk di Bulan-Bulan tua. Bulan yg di akhiri kata "ber" dan sekarang Oktober!
kalau kata emak-emak dulu, Bulan "nampung ember".
sekarang jangankan nampung hujan di ember, yang ada embernya malah ngapung.
Iya di rumah lagi banjiiir!
memang belum separah 2 tahun  yg lalu. Tapi mau gimanpun keberadaan banjir ini sangat-sangat menyusahkan.
Mungkin gak ada orang yg suka banjir kecuali bocah-bocah yg hobinya maen di empang.
Di Kampungku memang salah satu daerah yg rawan banjir. Gak ngerti juga urusan pintu air yg mungkin gak ada gemboknya atau emang jebol. (gak ngerti laa)
Aku ingat banjir 2 tahun yg lalu itu tahun 2015 mungkin jadi banjir terparah.
Si tamu ini dengan lancangnya langsung nyelonong masuk ke rumah disaat semua orang tertidur pulas.
Dan kita semua sadarnya pas tengah malam dibangunin Ayah.
Buka pintu kamar ehh kaki udah basah.. Nasip baik tempat tidur belum ngapung.
Sebelumnya airnya udah naik sih ditambah hujan semalaman.
Yaudahlah pikirku, mau gimana lagi palingan bentar lagi dapat paketan Indomi dan Bimoli beserta selimut cap partai.
ehh gak taunya beneran datang tuh bantuan.. hehehee
Dan anehnya kalau musim banjir gini,  ntah kenapa bawaan perut jadi selera makan aja.
Bukan, bukan karena ada ikan nya kok.!
Mungkin karena perasaan kayak makan di tengah laut kali yaa?  jadi selera mau makan
Ahhh tapi gimanapun itu banjir tetap gak enak!
susah mau keluar, kayak di penjara di rumah sendiri.
Yaudahlah segini aja ngomongin banjirnya. (capek ngetik!)
Doain ya semoga tamu ini lekas pergi!
Semoga tamu ini gak mampir di rumah kalian. Untuk persiapan jaga-jaga silahkan kalian sediain garam yaa. Bukan, bukan untuk ditaburi depan rumah (emang doi pacat?) buat antisipasi di dapur laah. kalau banjir datang mau belik garam dimana coba? kan susah mau keluar! 
(iyakan ajalah pokoknya).
Ohh yaa selain jadi Doping amatiran aku juga lagi sibuk nonton! iya nonton adalah salah satu rutinas harianku.
Dan ini dia beberapa list film dan drakor yang udah aku tonton:
- My sassy girl
- Windstruck
- Gravity
- Interstellar
- Who are you: school
- fight for my way
My sassy girl, film 16 tahun yg lalu dan kabarnya film ini sempat jadi salah satu film terlaris di Korea (Dan aku baru nonton sekarang). Masih dibintangi artis yang sama Jun Ji Hyun, film Windstruck dijamin gak bakal ngebosenin! (siapin tissu).
kalau di Gtavity aku suka dengan tokoh Dr. Ryan Stone yg diperankan sama Sandra Bullock yg luar biasa survivenya.
Nonton Interstellar, harus mutar otak dan gak berenti takjub liat gambaran luar angkasa yang maha luas. (visualisasinya cakep).
Drakor School dan Fight for my way, masih marathon beberapa episode (lebih penasaran sama Fight for my way kayaknya seru).
Baiklah gaes segini dulu postingan kali ini. Walaupun ceritanya agak random.
Dari ngomongin banjir sampek nyerempet ke film. Yaudah tetap ambil hikmahnya aja yaa kalau gak ada hikmahnya boleh ambil korek api terserah deh apa yg mau kalian bakar.
hehehhehe...

Sunday, October 8

,