Sunday, August 27

PERGILAH TUAN..!

Nona masih tersenyum tenang,
Tuan tampak gelisah tak terarah.
Nona kembali menghela nafas, Tuan lagi-lagi mengernyitkan dahi.

“kalau sikapmu terus-terusan seperti itu, tidak pernah percaya dan tidak pernah paksa untuk berubah, feel free untuk kamu cari orang yang bisa buat kamu nyaman."  Nona bekata tenang.

“oh yaudah. Kamu yang kasih saya kebebasan untuk memilih lagi. I’ll do .”
Mata Tuan sangat mudah dibaca.

Sesuai dugaan, Tuan tidak pernah berubah.
Tuan yang selalu insecure. Nona tersenyum
berusaha tetap tenang

“saya kira we’re not done yet..”

“you gave me an option, means you’re
prepare for the worst.”

“I am. But I though, after all this time,
We believe on each other.”

“I put trust on my self. Not on you,
not even this world!.”

BANG!!!

Hati Nona tertembak. Serpihan-serpihan hati yang
susah payah dikumpulkan, kini berhamburan lagi.

“no wonder this is not working.”
Nona tersenyum.

__ _
A few weeks ago

“sudahlah, saya bukan orang yang
baik yang pantas berada disamping kamu.
Saya berharap kamu mendapatkan orang
yang lebih baik. Sekarang feel free lho.”
Tuan mulai insecure, lagi.

Nona mengernyitkan dahi, menatap
Heran kemudian tertawa,
“Baiklah. Segitu insecure ya kamu sampai keluar kalimat itu berulang kali?”

“ya kalau masih ada yang mau kamu pilih aja”

Ini bukan sekali dua kali si Tuan kasih
Nona kebebasan untuk memlih lagi,
ini sudah keempat atau kelima kalinya.

Lalu Tuhan berbisik lembut.
HENTIKAN,  LEPASKAN!

Nona tersenyum lalu pergi.




Dan Tuan…
.
 .
 .
.
Masih insecure!

0 komentar:

Post a Comment