Monday, April 5, 2021

Terbunuh Ekspektasi


Pinterest
Satu kata untuk Summer
BANGKE.
500 Days of Summer (2009)
Aku pasti marah dan ngutuk si Summer, kalau aku nonton Film ini 12 tahun yang lalu.
Syukurnya 12 tahun yang lalu, pas umur 12 tahun aku lagi sibuk-sibuknya main patok lele dan semberlang, jadi gak sempat ngutukin si Summer.

Ini film "horror" ke-3 yang aku tonton setelah You're the Apple Of My Eye dan Lalaland.
Di film ini aku sadar Summer tidak sejahat itu, kisah Summer dan Tom termasuk realistis untuk dipahami. Yaa walaupun agak kesel lihat Summer yang terkesan ngasih harapan ke Tom.
Tapi dari awal, Summer udah jelasin ke Tom kalau dia gak mau terikat dalam satu hubungan, dia gak mau merasakan sakit hati dan kehilangan. Dasarnya Tom si bucin mau aja lagi ngejalanin hubungan ala Summer. Tom akhirnya terbunuh oleh ekspektasinya sendiri.

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari Film 500 Days of Summer

Tidak Semua Cerita Harus Happy Ending

Pinterest
Kebanyakan film yang aku tonton berakhir dengan bahagia. Summer dan Tom tidak berakhir bahagia dengan bersatunya cinta mereka. Summer yang memilih menikahi laki-laki lain sedangkan Tom memilih berdamai dengan dirinya sendiri dengan melupakan Summer.
Sosok Tom mengajarkan kita kalau kebahagiaan dan pilihan seseorang tidak bisa kita atur dan paksakan. Kalau gak bahagia, yaa sudah lepaskan.
Agak klise kalau sekarang mengatakan "cinta tak harus memiliki" tapi Tom melakukan itu.
Tom perlahan meng-ikhlaskan Summer dan mulai menata hidupnya kembali tanpa Summer. Sampai Akhirnya Tom bertemu Autumn dan siap memulai dengan kisah yang baru. 

Satu Selera Belum Tentu Cinta

Pinterest
Seperti kata Rachel Hansen "Just because she likes the same bizzaro crap you do, doesn't mean she's your soulmate"
Seperti Tom dan Summer yang sama-sama penggemar Band The Smiths, menyukai selera musik yang sama, hobi yang sama, tidak menjamin bertahannya suatu hubungan percintaan. 
Bahkan satu zodiak yang sama, tanggal, tahun lahir yang sama, tidak menjamin juga untuk tetap bersama. 
Yaa susah sih kalau gak jodoh mah ada aja yang bikin gak cocok. 
I feel u, Summer

Kepastian, Mimpi

Pinterest
Summer tipikal wanita ambisius yang berani keluar dari zona nyamannya untuk mendapatkan apa yang dia cari dan inginkan. Tapi tidak dengan Tom, yang santai let it flow ikut arusnya aja dia mah yang penting aman. Padahal Tom ada minat dan potensi di bidang Arsitektur, dia malah ber andai-andai dan gak yakin sama dirinya sendiri.
Itu jadi salah satu alasan Summer ninggalin Tom. 
Tom tidak punya mimpi dan tujuan atas hidupnya. Summer merasa tidak yakin hubungannya dengan Tom, perjuangan mendapatkan cintanya summer aja gak cukup. Tom juga harus berjuang atas hidupnya sendiri. Gimanapun perempuan juga butuh lelaki yang punya kepastian dan tujuan atas hidupnya, agar kuat dijadikan tempat bersandar nantinya.
Kalau kata Nam Do San (start-up) "Berlayar tanpa peta tidak masalah asal kau disampingku
Karakter Tom agak mirip sama Nam Do San, bedanya Nam Do San dapat Seo Dal Mi, Tom dapat apes.
 
Takdir

Pinterest
Summer yang awalnya tidak percaya cinta dan tidak mau terikat dengan suatu hubungan, akhirnya malah menikah dengan pria asing yang kebetulan ditemuinya dan akhinya berhasil meyakinkannya.
Mau sekeras apapun pendirian Summer pada akhirnya idealisnya runtuh karena takdirnya sendiri. 
He's the one, dia yang Summer cari, dia yang menyadarkan Summer.
Sementara Tom sekuat apapun usahanya buat dapatin hati Summer kalau bukan takdirnya ya bakalan pisah.
Seenggaknya Tom sudah berusaha dan mencoba menciptakan takdirnya sendiri walau ujungnya patah hati, Tom juga berhak bahagia. Akhirnya Tom bertemu Autumn tanpa sengaja dan dia tidak melewatkan kesempatan untuk saling berkenalan. Tom menyadari hal kesengajaan itu mungkin salah satu takdirnya, seperti pertemuannya dengan Autumn.
Yaa hidup memang seperti itu, kita tidak tau takdir akan membawa kita kemana. 

Itu tadi beberapa pelajaran yang bisa diambil dari film 
500 Days Of Summer.
Ketika patah hati jangan saling menganggap diri kita sebagai "korban" dalam suatu hubungan tersebut. 
Jika kita menyatakan diri kita sebagai "korban" maka kita akan mulai mencari pembenaran dan mengatakan "aku disakiti, aku dikhianati". Seharusnya kita menanyakan pada diri kita, "apa yang sudah aku lakukan?"
Tom patah hati karena ekspektasinya sendiri, dia membayangkan sosok Summer yang bisa membahagiakannya. Akhirnya Tom kecewa dan sakit hati karena realitanya tak seindah ekspektasinya.
Seperti itulah cinta selalu banyak kejutan. Seperti Tom yang tekejut dengan realitanya sendiri.
Pinterest

Goodbye Summer, welcome Autumn..
-Tom Hansen




Continue reading Terbunuh Ekspektasi

Thursday, March 18, 2021

,

Melawan Candu

Sadar gak kalau sebenarnya kita diawasi 24 jam oleh sistem dan data. (Ngomong apa sih?)
pinterest
The Social Dilemma
Film Dokumenter oleh Netflix yang menceritakan sisi gelap dari Sosial Media. 
Sisi gelap algoritma yang memanipulasi kita sebagai penggunanya. Membeberkan sisi gelap teknologi internet.
Film ini mengupas beberapa hal yang mengerikan sebagai dampak dari penggunaan Sosial Media, mulai dari pengawasan secara diam-diam terhadap aktivitas penggunanya serta perekaman dengan hati-hati hingga memanipulasi tampilan feed supaya kita tak bisa lepas dari Sosial Media.
Beredarnya informasi bohong (hoax) , interaksi antara individu yang semakin menurun, bagaimana iklan di internet bekerja dan berdampak pada pengaruh kesehatan mental manusia, hal-hal yang berhubungan dengan politik hingga kepentingan negara.
Sangat relate dengan pesta demokrasi 2019, 2 tahun yang lalu masyarakat menjadi terpecah belah oleh berita yang saling menjatuhkan lawan calon Presiden/DPR. Penggiring opini, pengalihan isu, hoax merajarela sampai sekarang.

Film ini disampaikan langsung oleh orang-orang di balik Sosial Media itu sendiri seperti, Tristan Harris, pimpinan dari Center for Humane Technology yang juga mantan desainer Google. Justin Rosenstein, penemu tombol like di Facebook. Tim Kendal, mantan pimpinan di Pinterest, dan Cathy O'Niel, mantan Direktur Monetisasi Facebook.
You never realize you're addicted until you try to quit.
Kamu tidak pernah menyadari bahwa kamu kecanduan sampai kamu mencoba untuk berhenti.
Setelah nonton The Social Dilemma, dan dulu sempat mengikuti beberapa konten/talkshow dari Marissa Anita di Greatmind , aku kembali memutuskan untuk Puasa Sosial Media.

Beberapa tahun yang lalu ketika kuliah, aku pernah coba puasa Sosial Media demi kelancaran pengerjaan skripsi, walau cuma beberapa hari tapi cukup sebagai Dopamine Detox untuk mahasiswa tingkat akhir pada saat itu
Pencapaian sekarang aku berhasil menonaktifkan akun facebook ku hampir 2 tahun.
Aku merasa jauh lebih tenang dan memori otak terasa lebih longgar karena gak mikirin beberapa masalah umat facebook lagi.
Sekarang aku baru 3 hari puasa Sosial Media.
Aku menghapus aplikasi Instagram dan Twitter.
2 aplikasi yang paling besar candunya menurutku.
Hampir setiap hari aku menghabiskan waktu sekitar 5 sampai 7 jam hanya untuk scrolling Instagram dan Twitter. Setiap hari.
For what ? Nothing..

Dulu aku memiliki sifat cukup narsis.
Sifat Narsis sebenarnya ada di semua orang, tapi jika jumlahnya berlebihan, maka akan menjadi yang namanya “Personality Disorder”. Narsisme sebenarnya mencakup hal yang luas, tidak hanya soal suka berfoto dengan gaya macam-macam, tapi merupakan sebuah cara berpikir. 

Beberapa contoh dari orang narsis adalah:
  • Merasa dirinya lebih unggul dari orang lain
  • Ingin selalu dianggap lebih tinggi walaupun tidak ada prestasi
  • Memilik sikap yang sombong dan merendahkan orang lain
  • Terobsesi dengan kecantikan, kesempurnaan dan semacamnya
  • Suka iri terhadap orang lain
  • Melebih-lebihkan diri sendiri

thinkstock
Jadi sebenarnya narsisme itu bukanlah sesuatu hal yang ringan, tapi merupakan sebuah kepribadian yang ada pada setiap manusia yang akan menjadi tidak sehat bila sudah berlebihan. Dan pemutus rantai narsisme tentu saja dengan berhenti atau mengurangi penggunaan Sosial Media itu sendiri.

3 Dampak Negatif Sosial Media
▪️Membandingkan hidup dengan orang lain
Ini sudah sering, tidak dipungkiri pasti selalu ada rasa iri dengan kehidupan orang lain yang diperlihatkan dari Sosial Media mereka.
▪️Menginginkan atensi dan perhatian orang lain
Like is addictive. Ketika posting sesuatu dengan mendapat like/viewers sedikit atau mulai berkurang, perasaan sedih dan khawatir mulai muncul. 
Apa ada yang salah yaa..?
Sampai kapan u let everyone to control yourself. Haa??
▪️Menurunkan produktivitas
Waktu luang yang seharusnya diisi dengan kegiatan yang lebih produktif jadi ketarik sana-sini dengan sajian informasi baik berita "sampah" ataupun "daging". Menguras waktu dan pikiran dengan hal yang tidak mendatangkan manfaat. 

Tidak semua orang menganggap ini suatu masalah
Awalnya aku merasa baik-baik saja, aku menikmati scrolling di berbagai macam platform. Aku terhibur dengan berbagai macam konten yang disajikan, baik foto, video ataupun tulisan. 
Ruginya dimana? 
Aku tidak mengeluarkan uang.
"If you're not paying for the product, you are the product"
Jika kamu tidak membeli produknya maka kamulah produknya.
Sadar gak kalau data kita dimanfaatkan secara bebas dan gratis. Sistem mengerti apa yang kita butuhkan, mereka akan terus merekomendasikan konten, akun yang pernah kita cari atau sukai, sistem merekam jejak kita. 
Fungsinya apa? 
Cuan lah..
Sistem butuh atensi dan waktu kita untuk mereka sisipkan adsense (iklan) disana. 
Kelemahanku menjadi lebih konsumtif dengan iklan yang ditampilkan di Sosial Media. Aku sadar itu gak sehat.
Aku mudah ke triggred.

3 hari ini aku mulai merasa tenang dan damai, otak ku sedikit isirahat dari segala macam sumber informasi.
Perlahan FoMO (Fear of missing out) bisa aku atasi.
FYI : FoMO adalah kecemasan sosial yang berasal dari keyakinan bahwa orang lain mungkin bersenang-senang sementara orang yang mengalami kecemasan itu tidak hadir. Hal ini ditandai dengan keinginan untuk terus terhubung dengan apa yang dilakukan orang lain. Wikipedia

Aku mulai mencoba tidak peduli dengan informasi apa yang aku lewatkan, gosip apa yang lagi hangatnya, scandal apa yang lagi heboh. Aku mencoba untuk tidak peduli. Informasi yang aku tahu adalah informasi yang ada didepan mataku, disekelilingku. 
Kudet.?
It's ok, yang penting sehat dan tenang.

Kembali kepada diri masing-masing, apa yang kita butuhkan dan tidak butuhkan. 
Tidak mungkin juga kita kembali ke zaman batu atau hidup di Goa aja deh biar aman. Gak gitu juga konsepnya.
Seperti dua sisi mata uang. Selalu ada sisi positif dan negatifnya. Tidak dipungkiri Sosial Media juga sangat berguna untuk urusan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari kita. Dengan berbagai macam Platform E-Commerce yang memudahkan dalam proses jual beli. Semuanya ada, cepat dan praktis.
Bagi pegiat Sosial Media seperti Influencer sampai Olshop yang memang pasarnya di Internet, itu bagus dan terus lanjutkan.
Sosial Media berguna bagi orang yang tepat menggunakannya. 
Lagi-lagi kembali kepada diri masing-masing.

Jadi, aku puasa Sosial Media mau sampai kapan?
Coba seminggu dulu, 2 minggu, mungkin sebulan.
Sampai bener-bener tidak merasa ketergantungan lagi. Mungkin seperti makan junk food (indomie, gorengan dll)
Sesekali boleh, asal jangan setiap hari atau sampai jadi makanan pokok. Akan mengundang penyakit.
pinterest

Reference :
Continue reading Melawan Candu

Thursday, February 25, 2021

Dua Lusin

Back to February for the 24th time
Tidak, tidak, aku belum tua. 
Aku masih muda,sangat muda, kuat dan semangat.

Yaa walaupun kadang merasa jompo
Kamar bau apotik, freshcare dan balsem geliga andalan selalu dibawa.
Terkadang juga sering pikun 
Paling tidak, belum beruban laa

Dua Lusin
I dont know how to say but every february is reminder to me
Seperti alarm yg mencoba mengingatkanku
Bersyukur masih punya kesempatan untuk hidup
Bersyukur sama apa yg sudah dikasih dan belum dikasih oleh Tuhan

Dua Lusin
Masih Terlalu Muda
Nikmati hidup, terus belajar, jangan terburu-buru, santai saja, terkadang hidup menjadi rumit dan sedikit sakit tidak apa-apa karena kamu masih muda. It hurts cause youre young.

Cukup Matang
Sudah seharusnya kamu berlomba dengan pencapain teman sebayamu, keluar dari zona nyamanmu, hadapi tantangan, jangan takut ambil resiko. Its your time take a chance. 

Keduanya benar tapi terkadang the both make me confuse..

Dua lusin
Masih sedikit.
Ibarat gelas hanya cukup dipakai satu atau dua rumah
Tidak cukup dipakai untuk acara hajatan 
(Usah pake gelas, beli aqua ajalah)
Engga gituu.!
Maksudnya banyaknya jumlah tidak menjadi tolak ukur manfaat pada suatu benda. Tergantung dimana posisi penempatan benda tersebut. Gitu gak sih? Aku juga bingung jelasinnya gimana? Wkwkw
The point is age just a number, no matter what, your life is your contribution. Dah gitu aja!

Thank God ❤️

Continue reading Dua Lusin

Wednesday, January 27, 2021

Belajar Parenting Dari Kimbab Family

Apa jadinya jika pernikahan beda kewarganegaraan? 
Dengan orang Korea misalnya. 
Kalau aku tentu saja Emak ku pasti senang punya menantu orang Korea, aku pasti jadi kebanggaan keluarga dan tetangga tanpa perlu aku menjadi PNS ๐Ÿ˜‚
Ini kan semisalnya kalau aku, kayaknya Tuhan juga gak mungkin izinkan karena Tuhan udah tahu duluan rencana sombongku ๐Ÿคฃ
Oke kali ini aku harus serius karena ini tulisan pertama di tahun 2021, jadi harus bahas sesuatu yang ada isinya.

Back to the topic.
Jadi menurutku pernikahan beda kewarganegaraan gak se indah apa yang ditampakkan terlebih jika sudah memiliki anak. Pernikahan sesama WNI yang jelas-jelas sama bahasa dan budayanya aja masih banyak struggle. Apalagi yang beda kewarganegaraan.

Instagram.com/kimbabfamily.official/
Tapi tidak dengan Kimbab Family.
Pernikahan beda kewarganegaraan antara Appa Jay dari Korea dan Mama Gina dari Bandung Indonesia, membuktikan pernikahan multikultural juga bisa membesarkan anak-anak dengan sangat baik. Aku sampai kagum dengan pola asuh Appa Jay dan Mama Gina terhadap ke-3 anak-anaknya yang masing-masing hanya selisih 2 tahun.

                                                  Suji 8 tahun
Instagram.com/kimbabfamily.official/
                                                  Yunji 6 tahun    
Instagram.com/kimbabfamily.official/
                                                  Jio 4 tahun
Instagram.com/kimbabfamily.official/
Salut dengan cara Mama Gina dan Appa Jay yang mengasuh anak-anak mereka secara bilingual dengan tidak melupakan bahasa ibu masing-masing negara. Kata Mama gina "bicara sama anak-anak dengan tetap menggunakan bahasa ibunya, Indonesia agar lebih sampai maksud dan perasaannya ke anak-anak" Begitupun dengan Appa jay dengan bahasa ibunya, Korea.

Beberapa Tips Parenting Dari Kimbab Family Yang Bisa Kita Contoh

Mandiri
Appa Jay dan Mama Gina mengajarkan Suji, Yunji dan Jio tentang kemandirian sejak dini dengan membiasakan melakukan aktifitas sehari-hari seperti hal sederhana membereskan kamar, merapikan mainan, makan dan mandi sendiri.
Di satu Vlog, Appa Jay dan Mama Gina pernah memberikan tantangan kepada Suji, Yunji dan Jio untuk pergi ke salon sendiri tanpa ditemani orangtua. Mereka pun menerima tantangan tersebut dengan percaya diri. 
Aku sampai kagum melihat Suji sebagai si sulung tidak hanya mandiri tapi dia juga memiliki rasa tanggung jawab kepada ke-dua adiknya, Yunji dan Jio. Melihat perannya sebagai kakak tanpa orangtua disampingnya yang harus menjaga adik-adiknya. 
Appa Jay dan Mama Gina tetap bertugas sebagai pengawas, tentu tidak dilepas begitu saja.
Dengan Membiasakan kemandirian sejak dini
dapat membantu anak memiliki kebiasaan yang baik sampai dewasa nanti.

Game
Appa Jay dan Mama Gina membatasi akses gadget pada anak-anak agar tidak mudah mengaksesnya sesuka hati. Selain itu, Suji, Yunji dan Jio mengetahui kapan waktu menggunakan gadget yang diperbolehkan seperti hari libur.
Appa Jay dan Mama Gina tidak hanya fokus pada pembatasan penggunaan gadget semata.
Appa Jay dan Mama Gina menciptakan kegiatan pengganti yang kreatif seperti bermain ekspresi wajah, menebak rasa makanan dengan mata tertutup, lomba 17-an dan lain lain.
Dengan mengurangi gadget pada anak dapat membantunya membangun keterampilan motorik dengan menikmati beberapa permainan diluar ruangan.

Hukuman
Ketika Suji, Yunji, dan Jio melakukan tindakan diluar aturan atau bertindak nakal, biasanya Mama Gina dan Appa Jay memberikan hukuman dengan menyuruh mereka untuk merenung di dalam kamar.
Memarahi anak disaat emosi mereka sedang naik membuat situasi makin memburuk. Dengan merenung di kamar, anak bisa belajar menenangkan dirinya sendiri, berfikir tentang kesalahannya mengapa orangtuanya bisa marah. Setelah selesai meluapkan emosinya di dalam kamar, Mereka berbicara dengan Appa Jay dan Mama Gina dengan keadaan yang sudah tenang dan mulai meminta maaf.
Cara ini bisa diterapkan untuk mengajarkan anak-anak berintropeksi diri sedari kecil. Agar ketika sudah dewasa nantinya anak bisa dengan mandiri untuk mengatasi permasalahannya.

Adab
ini yang paling buatku kagum sama Appa Jay dan Mama Gina. Mereka berhasil mengajarkan adab dan kesopanan kepada Suji, Yunji dan Jio. Sedari kecil sudah mengerti bagaimana cara bersikap dengan orang yang lebih tua, bahkan seperti Ahjumma penjual makanan dipinggir jalan mereka selalu mengucapkan "terimakasih" ,"selamat bekerja"
Kalau mereka habis berantem selalu bilang "maaf" kemudian saling berpelukan.
Menutup mulut dengan siku ketika bersin.
Hal kecil dan sederhana seperti itu sudah seharusnya ditanam sejak kecil kepada anak-anak. Agar terbiasa berlaku sopan dan beradab ketika dewasa nantinya.

Itu dia beberapa tips parenting dari Kimbab Family yang bisa dicontoh suatu hari nanti ketika sudah bekeluarga.
Menurut Appa Jay dan Mama Gina di sesi QnA soal Parenting di Channel Youtubenya, mereka mendidik ke-3 anaknya sama seperti para orangtua pada umumnya. 
Tapi menurutku Komunikasi antara kedua orangtua itu yang terpenting. Semua harus dibicarakan dan diskusikan seperti Mama Gina yang tidak independen walaupun dia cerdas, seorang mantan sekertaris menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dia tetap terlihat seperti seorang ibu dan istri biasa bagi keluarganya tidak lebih dominan dalam mendidik anak-anak. 
Mama Gina tetap saling berbagi tugas kepada Appa Jay. 

Instagram.com/kimbabfamily.official/
Rumah adalah pendidikan pertama bagi anak. Orangtua adalah guru utama bagi anak-anaknya. Makanya, orangtua perlu banyak belajar agar bisa mengasuh anak-anak dengan baik.
Seseorang pernah mengatakan 
"aku lebih takut menjadi seorang ibu daripada menjadi seorang istri. Teori asalku jadi istri itu kayak tinggal ngelanjutin pekerjaan ibu suamiku. 
Contohnya, aku bisa nanya ke ibu apa makanan yang kamu suka dan gak suka, kamu alergi apa, cara apa yang bisa buat kamu betah di rumah, dan hal-hal biasa lainnya. Sisanya tinggal cari tahu sambil jalanin pernikahan. 
Sedangkan menjadi seorang ibu itu kayak dikasih kertas kosong, enggak ada informasi apa-apa, semuanya cari tahu sendiri, mulai sendiri sambil mikir ini salah enggak ya? 
ini benar nggak? Lebih berat."
Absolutely. 
Itu sebabnya menjadi orangtua yang baik itu harus punya Team Work yang kuat untuk membesarkan anak untuk mencapai misi orangtua terhadap tumbuh kembang anak. Karena anak tidak bisa memilih mau dilahirkan dari orangtua mana, tapi kita bisa memilih dan berhak menjadi orangtua yang terbaik bagi anak kita nantinya.

Continue reading Belajar Parenting Dari Kimbab Family

Tuesday, December 29, 2020

Nothing Is Permanent

Demi apa 2020 tinggal hitungan hari?
Ini gimana cara mulainya? 
Assalamualaikum semua, hello gaes, anyonghaseyo yeorobun.
gimana keadaanya? masih semangat dan belum putus asa kan? Yaudah tetap putus asa dan jangan pernah semangat yaa. skip
Gak gitu dong.!

Walaupun tahun ini empet banget rasanya yakan? Corona berlebihan banget bercandanya gak kelar-kelar.
Tahun ini aku yakin semua juga ngerasain kesulitan yg sama dengan versi yg berbeda-beda. 
Emang gak berasa ngabisin tahun ini bener-bener kayak isinya cuma dari bulan Januari sampai Maret sisanya kayak lagi tidur bentar ehh tau-tau udah akhir Desember aja. 

Yuk flashback udah ngapain aja tahun kilat ini?

Kalau ditanya ngapain aja? Kok gak pernah nongol lagi? Kemana aja?
Jelas lagi sibuk glowing up lah..
Tepatnya glowing in the dark alias komuk masih kentang aja kagak ada perubahan. Perasaan udah dirawat dengan sepenuh hati dengan menyimak apa yg dikatakan para beauty vlogger dengan mencoba produk ini itu tetapi yaudah lah ya mungkin saja glowing up dari sisi yg lainnya, inner beauty misalnya. 
Gaya kali ngomongin inner beauty.
Oh ya dulu aku pun sebenarnya orang yg tidak terlalu peduli dengan penampilan, cenderung bodoamat dengan udah deh syukuri aja lah yg ada yg penting kan cantik hatinya. Sekarang pun kadang masih gitu tapi makin lama aku sadar kalau merawat apa yg udah Tuhan kasi itu juga bagian dari rasa syukur dan menghargai diri sendiri.
Tentunya tetap tidak berlebih-lebihan atau ambisi sampai merubah ciptaanNya demi mendapat pengakuan dari orang lain. Jangan gitu yaa.. Tetap yg dari hati juga yg utama dirawat.
Gila cuma ngomongin kentang aja ngebacot banget ini jadinya. 
Namanya juga Ngoceh Space yaa maaf.

Terus ngapain lagi Paa??
Sibuk rebahan laa.!
Apalagi awal mulai PSBB tuh kenapa kuota makin murah coba? Kan aku jadinya semakin yakin memantapkan diri fokus di dunia peRebahan ini. 
Hal yg gak disangka juga tahun ini aku kenapa jadinya bisa suka Kpop? 
Malu banget rasanya kayak jilat ludah sendiri.
Dulu paling anti liat orang-orang yg kok pada suka Kpop? Apaan joget gak jelas gitu.
And now aku nyasar jadi salah satu bagian fandom garis keras Kpop Gen ke-2. 
Grup apa? Gak usah disebut la karena mereka juga udah lama hiatus baru aku mulai suka.
Jadi rebahanku semakin berkualitas dengan kuota murah memudahkanku untuk nontonin variety show lama mereka, konser mereka, hampir semua mv mereka aku tonton dan dalam hati "gila kemana aja aku di tahun itu gak tau mereka
God, i'm so tacky.
Sekarang aku mencoba untuk berhenti.
Karena candunya Kpop ngeri Bos.
Tapi ada syukurnya aku bukan penikmat Kpop saat aku masih sekolah dulu karena sudah jelas itu pasti menganggu konsentrasi belajar.
kayak pernah belajar aja.
Sekarang mau stop karena sadar emang wasting time aja sama kayak yg baca ini, ngapain coba buangin waktu buat baca blog gak penting ini? hahaa
Tahun ini aku memaafkan diriku karena aku anggap tahun ini tahun istirahat jadi nikmatin aja wasting time tapi tidak untuk tahun depan ya ulpaa. (oke)

Ngapain lagi?
Sibuk Insecure dong.. hahaha
Gimana gak insecure coba, tiap buka hp isinya kalau gak lamaran, nikahan, liburan. 
Laah ini gimana ceritanya bisa gak insecure?
Itu sebabnya sekarang aku mulai mengurangi sosmed. Tahun ini juga aku memutuskan untuk berhenti main facebook, walaupun dulu aku juga jarang update disana yaudah sekalian tutup aja lah, toh Instagram sekarang juga rasanya udah kayak facebook, kan satu perusahaan juga.
Balik lagi ke insecure tadi tentu aja sumber insecure  paling besar datangnya dari sosial media dan timbul lah suara hati  
"enak ya jadi dia bisa ini bisa itu, punya ini itu" 
ditambah bumbu dari Saitonirojim 
"kasian lah kau masih gini-gini aja, tengok dia tu udah ini itu, sedih kau kan" 
Demi menghambat pekerjaan setan untuk menghasutku itu sebabnya aku mengurangi sosmed dan IG juga aku tidak terlalu aktif. 
Sekarang aku lagi proses menyadarkan diriku kalau apa yg ditampakkan di sosmed kebanyakan fake. Kita tidak bisa menilai kebahagiaan dan kesedihan orang hanya dari sebuah postingan. Itu yg lagi aku coba tanam di mindset ku. Insecure itu wajar manusiawi tapi jangan berlebihan jadinya tidak sehat. 
Seseorang pernah mengatakan,
"Pusing memikirkan masa depan.
Perihal mau jadi apa. Perihal karir.
Nggak papa. Mungkin saat ini sedang bimbang.
Tapi jangan lupa untuk menjalani yang ada.
Semaksimal mungkin.
Belajar dari pengalaman.
Dirimu masih muda.
Kelebihanmu adalah dirimu masih muda.
Lakukan apa yang anak muda harus lakukan.
Lebih baik memilih lelah di masa muda.
Daripada terpaksa lelah di masa tua."

Seperti kata lagu Secukupnya dari Hindia
Sedih, patah hati, lelah, hancur, semua terasa sia-sia, jangan pernah merasa sendirian. Rayakan dengan secukupnya. 


Bagiku tahun ini udah ngasih banyak pelajaran dan waktu yg begitu mahal. Semuanya dikejutkan dengan keadaan yg awalnya baik-baik aja tiba-tiba dihadapakan dengan pandemi ini yg tadinya aku pikir cuma sebulan 2 bulan, ehh gak taunya sepanjang tahun belum selesai-selesai. Sampai kapan bener-bener gak ada yg tau dan bisa jamin kapan selesainya tapi aku yakin ini pasti berakhir.
Makanya aku kasi judul Nothing Is permanent
Tidak mungkin musibah ini permanen. Tidak ada kesedihan dan bahkan kebahagiaan pun tidak ada yg bersifat permanen.
Mungkin ini diluar topik tapi semoga masih nyambung, jadi terkahir aku tiba-tiba kepikiran waktu cepat banget berlalu. Dulu pas masih sekolah kalau dapat berita ada teman sebaya yg tiba-tiba putus sekolah terus menikah gak lama punya anak. Sementara aku masih sekolah dia udah jadi ibu rumah tangga, itu rasanya sesuatu berita besar dan gak biasa. Sekarang lihat teman-teman sekolah dulu satu per-satu mulai menikah peristiwa itu mulai jadi terbiasa. Kabar-kabar yg tadinya dianggap asing lama kelamaan mulai biasa. Seperti kabar pernikahan, kabar menyekolahkan anak, menikahkan anak, kabar udah punya cucu, sampai akhirnya kabar kematian dari satu persatu teman makin lama makin terbiasa didengar nantinya.  Mikir lagi, ya ternyata hidup memang seperti itu semua punya waktu masing-masing pasti ada gilirannya. Sama dengan kesedihan dan kebahagiaan pun pasti bergilir tidak ada yg permanen. Tahun ini mungkin jadi tahun yg paling banyak dicela tapi beberapa tahun kedepan flashback lagi di tahun ini mungkin kita berulang kali mengucapkan kata syukur di tahun 2020 akan menjadi tahun sejarah yg dikenang. 
Time to say goodbye 2020
Backsound lagu Andrea Bocelli dan Sarah Brightman - Time To Say Goodbye



______________________________
Mengingat lagi awal tahun 2020 aku udah list banyak resolusi yg mau aku capai. Tapi yaudah skip ajalah bikin sakit hati.
Dan 2021 aku udah list beberapa harapan yg pengen aku capai semoga aja tahun depan bisa terwujud.

Salah satunya pengen punya warung makan kecil-kecilan. 
Dari dulu aku pengen banget punya bisnis kuliner kayak makanan khas Melayu gitu.
Jelas berkalori tinggi alias Gulai Lomak๐Ÿ˜…
Tapi jangan berharap aku yg masak, tentu saja tidak. Kokinya udah ada tinggal hepeng lagi.
Monggo yg mau modalin hahaha...
Selain itu katanya bisnis kuliner dari zaman krisis moneter 98 pas 1$  = 17.500 terbukti gak tumbang lho bayangin dikondisi lockdown kemaren banyak bisnis kuliner yg tetap bertahan karna orang juga butuh makan. Udah gitu kalau kuliner kreatif gak mikir spot strategis malah makin kreatif makin diserbu orang. Tapi tetap yg paling penting rasanya dong. Jadi semakin yakin lah aku mengingat cuannya juga lumayan. 
Ini masih sebatas rencana dan khayalan gak tau realisasinya kapan, semoga Allah mudahkan.

Salah satu goal lain yg aku tulis, aku pengen lebih aktif jadi freelance. Kalau tahun lalu aku freelance sekitar 2 bulanan ikut promosi. Kadang Dalam hati  "ini aku sebenarnya freelance atau volunteer sih?" Kok kayaknya gak ada bedanya" hahaha
Apapun itu aku bersyukur selagi aku masih berguna untuk oranglain.
Ditambah awal mulai corona di Indonesia di bulan Maret lagi gencarnya work from home (wfh) aku langsung mikir kenapa aku gak seriusin freelance aja ya? gak harus dari rumah, mau di rumah tetangga, di atas pohon, di atas genteng sekalipun kalau aku mau dan bersungguh-sungguh insya Allah pasti bisa.
Tapi tetap harus belajar dari 0 kalau dari 10 kan showoff namanya.
Freelance yg aku mau tentunya sesuai dengan jurusanku dibidang IT bukan harus ke lapangan promosi kayak tahun kemaren.
Untuk jenis apa lengkapnya aku belum punya keberanian untuk kasi tau karena takutnya aku masih belum yakin sama diriku sendiri. 
Semoga aja aku bisa. Mulai dari hal kecil aja dulu setapak-setapak yang penting begerak.

Resolusi terpenting yg aku tulis di tahun depan adalah aku ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Allah SWT. Aku ngerasa tahun ini iman ku up and down jauh bahkan sering ngerasa kelepasan jauh dari jalan-Nya. Mungkin terdengar klise tapi aku sungguh ingin lebih mengenalNya, merasakan kehadiran dan cintaNya, setiap hari ibadah kadang masih merasa kosong dan masih kehilangan arah. Makanya ilmu psikolog dan Spritual itu memang saling berhubungan karena sumber ketenangan itu datangnya dari hati dan pikiran. Itu sebabnya aku ingin ibadahku bukan sekedar bacaan, gerakan, doa lalu selesai kewajiban.  Tapi ibadah dengan menghadirkan Allah SWT didalamnya apa yg dibaca dipahami hati dan ditenangkan pikiran. 
Pernah aku baca kutipan dari Syekh Sya'rowy
"Dalam hidup ini, tak ada yang benar-benar
memahamimu. Meski sedekat apapun orang lain denganmu, selain Allah. Hatimu terbuka
dihadapan-Nya. Karenanya, datanglah
kepada-Nya. Dia akan memahamimu, meski
kamu tak berkata-kata. Dia memahamimu
bahkan lebih dari dirimu sendiri." 

Kita sama-sama luruskan niat dalam beribadah ya.. dan terus memohon kepada Allah minta diberikan kemudahan dalam beribadah dan beramal shalih. Sebab kematian akan datang, cepat atau lambat. Sedang kita tidak pernah tau seberapa besar dosa dan pahala kita sekarang, kita sedang berjuang membuat Allah ridho dengan apa yg kita lakukan.
Niatkan segala sesuatu ikhlas karena Allah.
Shalat kita, puasa kita, sedekah kita. 
Semua, niatkan karena Allah.
Berjuanglah dalam meraih Ridho Allah.

Kalaupun ada yg baca sampai selesai, aku ucapkan terimakasih sudah luangkan waktunya untuk baca segala ke-Random-an aku disini. Aku doakan semoga tahun 2021 Allah perbaiki hidup kita , ibadah kita, akhlak kita, dan rezeki kita. Semoga Allah SWT mudahkan segalanya. Aamiin ya Rab..
Semoga bisa hidup lebih baik lagi di tahun mendatang. 
Semangat...!
Continue reading Nothing Is Permanent

Thursday, September 24, 2020

Ngotak

https://id.pinterest.com/
Sorry to say but its gonna be like a random thought bener-bener random tanpa tujuan apapun mau ngoceh aja. 
Tapi kapan juga aku ter-struktur? Kan biasanya emang random dan absurd juga.
Yaudahla..

Jadi akhir-akhir ini otak kapasitas 2GB ini selalu nyarik perkara untuk memaksaku overthinking yang terlalu overload hampir overheat, haaa ya gitu laa.
Aku gak tau ntah emang lagi di fase Quarter Life Crisis season yg keberapa sangking banyaknya overthinking, atau juga mungkin ini gejala mental illness menuju depresi kah?
(aku gak mau terlalu jauh untuk meng-klaim itu) apakah emang normal-normal aja di umur 20-an ini untuk overthinking? idk.

Mulai ngerasa capek sama aktifitas setiap hari dari jam 09/18 terus menerus kerja. Dan aku harus bertanggung jawab sepenuhnya untuk itu. Bukan merasa terbebani atau benci, Engga sama sekali. Dari kecil juga aku terbiasa beraktifitas di luar, jualan nyari uang, karena aku suka uang, sukaaa kalii. Cuma sekarang ini aku ngerasa capek dan mulai jenuh. Di rumah gak ngapa-ngapain juga aku bosen. Aku lagi di fase yang gak tau maunya apa.

Selalu bandingkan hidup dengan orang lain apalagi teman sebaya. Ini nih penyakit yang susah untuk dihindari, walaupun aku selalu bilang ke diri sendiri dan teman-temanku yg lain untuk jangan pernah bandingkan hidup kita dengan orang lain. Tapi kenyataan prakteknya sangat susah untuk dihindari. 
I always fucking compare myself to other. Why...???
Aku sering diskusi ke diri sendiri 
(tentunya ngobrol dalam hati yaa, gak mungkin didepan kaca marah-marah gak jelas kek orang gila)
Mungkin aku kurang bersyukur kali dan aku jarang bandingin diriku ke orang yang "kurang beruntung" diluar sana tanpa aku sadari. 
Tapi setannya, kadang aku ngebantah, apa yang bisa aku syukuri selain aku cuma bisa hidup.
Jahat memang. 

"Bahkan kehidupan adalah hal pertama yg wajib disyukuri paa..!" (malaikat baik)

"Tapi hidup gak sekosong ini paa..! rasanya terlalu sulit bahkan untuk bertahan, yuk ngebaygon aja"  (dajjal)

Ya seperti itu, selalu ada 2 sisi yg berbeda ketika sedang berdiskusi ke diri sendiri. 

Tentang Pisces yg kebanyakan introvert apakah itu benar? 
Mungkin aku spesies ikan yg bisa hidup di 2 alam, air dan darat. 
Kadang aku merasa introvert. 
Aku gak pernah cerita kalau gak ditanya itupun dengan paksaan. Aku juga sulit mengutarakan perasaanku, masalahku ke orang lain, aku lebih nyaman menyimpannya sendiri.
(yaa,  aku tau itu gak sehat) 
kadang aku juga merasa ekstrovert tentunya kalau udah ketemu hantu-hantu belau my freaking friends.
Yaa aku introvert kalau lagi sendiri ๐Ÿ˜‚ 
(semua orang juga gitu kaliii)

Akhir-akhir ini aku juga senang dengan ketenangan. Dulu aku gak bisa tidur sendiri.
yaa, aku takut..
Tapi, sekarang aku lebih nyaman tidur sendiri.
Sendiri dengan pikiran sana-sini
Aku lebih irit bicara kalau udah di rumah. 
Aku lebih nyaman "mengurung" diri di kamar.
Rebahan is my life, cigeum๐Ÿ‘Œlmfao
Rebahan sambil nontonin Kimbab Family di yutup, berharap ada keajaiban punya suamik korea kayak Appa Jay yg mirip siwon, penyayang keluarga, se iman  apalagi.
Pasti hari-hariku diisi dengan backsoundnya, 
piling gut laik kasut... ๐Ÿ˜‚
Halu is never end.

Aku ngerasa di tahun ini serba males mau ngapa-ngapain. Sebelumnya aku masih rajin bacain buku-buku tentang Self Improvement, upgrade diri, skill. 
Sekarang ya Allah kenapa aku males buat ngapa-ngapain???
Bahkan mau mulai tulisan ini aja harus dipaksa dulu, kalau diundur lagi bisa lupa. Dasar aku.

Tapi aku yakin, seiring berjalannya waktu manusia pasti berubah. Begitupun aku.
Pikiranku berubah, mood juga berubah tentunya. Mungkin ini memang fase dimana aku harus survive dengan diri sendiri yang lagi gak tau maunya apa. 
Mencari jawaban, hidup seperti apa yang aku cari. 

Meskipun pencarian tentang makna hidup tidak akan pernah ada habisnya, setidaknya untukmu ulpa kau harus bahagia dan menikmati perjalanannya sampai kau menemukan artinya.
Beberapa tahun kedepan kau akan kembali membaca tulisan ini dengan pandangan hidup yg baru, kau akan menertawai tulisan ini, kau akan bangga akhirnya kau berhasil menemukan dirimu yg sesungguhnya. 
Itu saja.

Big thanks to my Blog yg udah menjadi wadah pikiranku selama 4 tahun ini. Karena aku gak pande main tiktok untuk curhat disana dengan slides video nangis misalnya ditambah tulisan kecil-kecil. I can't do that.
So i prefer my blog to vom everything in my mind. 
I don't blame kaum tiktok, just go ahead.

********
Oyaaa... FYI, 1 months ago the one and only my kakak has married. 
Banyak prediksi yg terpatahkan, yg mengatakan that i am gonna be the first married than her. Masak ia aku ngelangkahi dia. Orang-orang pada ngira aku yg lebih dulu menikah karena aku terlihat lebih cheerful, noisy, daripada dia yang calm down, cool alias dingin kek es batu. 
yaa she is like a ice princes. 
(you guys totally wrong)

Anyway time flies too fast yaa.. 
perasaan baru kemaren aku nyolong bindernya buat dipamerin ke konkawan esede. 
Berantem gara-gara kulit, harvest, sma kiky nya banyak aku tukerin sama yg lebih jelek๐Ÿ˜‚
Ngerelain celenganku buat nyogok dia biar jangan sampai ngadu ke orangtua karena kelepasan ngomong kotor (makian) ๐Ÿ˜‚
Mulai hari itu aku bertekad tidak akan mau satu sekolah lagi sama dia cukuplah esede aja. lmfao

Sekarang semakin dewasa sibuk dengan dunia masing-masing, we are even never talk more than 3 minute. 
Dulu aku gak mau hidup "membosankan" seperti dia. Tapi sekarang aku mengharapkan hidup dengan penuh ketenangan seperti dia. 
I know being the first child it was burdensome for her. 
Menjadi contoh dan panutan untuk adik-adiknya, sometimes menanggung jawabi kebutuhan adik-adik. Dan harapan besar kedua orangtua pertama kali terletak dipundaknya. Yaa aku tau menjadi pertama itu penuh dengan beban. Anak pertama sekaligus cucu pertama dari pihak keluarga kedua orangtua. Otomatis dia tidak hanya menjadi role model adik-adiknya tapi adik-adik sepupu juga. 
Segala peristiwa besar dimulai darinya.
But she never show that, she never talk, and complain that's all.
Wish I could live full of calmly, peace as her to face anything at all. Semoga saja..

Mulai hal kecil dari coba menjawab pertanyaan dengan tenang, 
"ulpa kapan nyusul kakak?"
sambil nyengir kuda 
"doakan sajaa..๐Ÿ˜"  
Dalam hati pen nunjang sinabung.
https://id.pinterest.com/


Continue reading Ngotak

Sunday, July 26, 2020

Dear Mpoot...

Dear Putri Rahpi Syahwani
Sahabatku, Saudara Sebangsa Setanah Air, Sekandung tapi gak sedarah, beda emak beda ayah. Yang hari ini berulang tahun ke-24 dan berarti tahun depan udah seperempat abad aja, sebelum tahun depan yang berarti udah jadi sesepuh yang harus ku hormati, jadi tahun ini aku pengen leluasa ngebacot disini.

*_________*__________*___________*

Aku mau cerita tentang kata orang pertemanan itu ada masanya. 
Bener juga sih emang dulu kita kemana-mana berdua hampir setiap hari ketemu, ngelakuin apapun sama-sama, tentang aku apasih yang gak dia tau sampe perihal cowo pun harus nanya dia, dan smpe dicariin dia, karena sangking takutnya dia aku bucin sama orang yang salah ๐Ÿคฃ 
Tapi sekarang aku ngerasa kita tuh udah kayak teman yang benar-benar cuma jadi penonton story aja, aku gatau masalah dia, dia gatau masalah aku, mungkin karen jarak dan waktu.
Sekarang jarang berkabar, apalagi ketemu.

Kangen? 
Bangetlah.
Tapi selalu gengsi mau bilang
Dia selalu mikir aku ngelupain dia karena sahabatku yang lain, dan aku juga gitu.
Tapi percayalah, dia tetap orang yang sangat-sangat tau pribadiku.
Tanpa aku cerita panjang lebar pun dia tau dan ngerti bahasa tubuhku dan suasana hatiku. 
Dulu dia selalu jadi orang pertama yang aku cari disaat aku galau karena hidup ataupun karena cinta. 

Aku selalu bersyukur dia ada disaat aku hancur kemarin.
Saat keluargaku udah bangkrut semuanya habis cuma dia orang yang selalu ada bahkan ngajari aku untuk mandiri bikin usaha sendiri, aku ingat itu dan banyak lagi.
Salah satu jadi alasanku juga kalau mau melalak jauh, jual nama dia ke orangtua pasti laku langsung percaya. Padahal u know lah dia juga dulu sering gitu kalau pergi sama doi jual nama aku wkwkw...
Selalu ada disaat senang dan jatuh.
Termasuk jatuh keseret aspal rok koyak sampe nampak boxer ungu kuu bangcaat ๐Ÿคฃ

Tapi jujur aku juga pernah ngerasa benci banget sama dia, disaat aku lagi butuh tempat untuk cerita tapi keadaan dia lagi happy sama temen-temennya yang lain.
cemburu? 
Iyaa.
Sampe aku ngerasa aku gak mungkin ngebebani dia dengan cerita masalahku disaat
dia lagi happy-happy nya.
Pokoknya aku pernah benci sampe denger nama dia aja aku benciii.! 
Tapi aku juga sayang akh ya gitulaah.

Emang bener ternyata temenan itu ada masanya. ๐Ÿ™‚
Tapi bukan berarti kita ngelupain satu sama lain.
Seperti sekarang aku gak pernah lupa hari spesialnya jauh hari aku udah memikirkan mau ngasi apa dan setelah dipikir-pikir ternyata kita juga udah lama gak tukeran kado lagi, yaudah kadonya nanti sekaligus dihari pernikahan dia aja ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ
Doaku gak tahunan, doaku selalu ada untuknya.
Aku selalu bersyukur dia terlahir di dunia ini.
Semoga berkah usianya, Allah melindunginya, bahagia menyertainya, sehat jiwa dan raganya, diberikan orang-orang baik yang tulus di sekelilingnya. Aamiin.

I love u and Happy 24th like a song A Whole New World ==>  Shining Shimmering Splendid. Always.
Happy Birthday mpooot..
Barakallah fii umrik...
Continue reading Dear Mpoot...