Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Saturday, October 23

,

Perlu gak Cancel Culture diterapin di Indonesia seperti kasus Kim Seon Ho yang lagi rame saat ini?

Cancel Culure adalah sebuah bentuk ostrakisme modern di mana seseorang dikeluarkan dari lingkaran sosial atau profesional baik secara daring di media sosial, di dunia nyata, atau keduanya. Mereka yang menjadi subjek pada ostrakisme ini dianggap "dienyahkan". Wikipedia

Pinterest
Entertain di Korea emang gak main-main kalau udah masalah skandal. Mereka gak tutup mata sama kenyataan kalau emang salah pasti bakal di bash dan di banned, gak peduli mau ganteng atau secantik apa kalau salah ya tetap salah.

Beruntung Jefri Nichol, Ariel Noah dll, tinggal di Indonesia terlepas dari kasusnya, masyarakat masih nerima karyanya dengan baik.


Kim Seon Ho yang udah mengakui kesalahannya dan minta maaf baru-baru ini di tayangan Hong Jinkyung's Movie Fun Life wajahnya diblur, belum lagi pembatalan kontrak iklan, drama, film beserta penalti yang harus dibayarnya. Bukan cuma Kim Seon Ho yang rugi tapi para cast di drama terakhirnya Hometown ChaChaCha juga kenak imbasnya.
Mereka gak bisa datang ke wawancara dan perayaan atas selesainya drama mereka.

Kasus Jisoo di drama River Where The Moon Rises rugi dan Jisoo dituntut Rp. 38,6 M akibat skandal bully. Peran Jisso langsung diganti disaat proses syuting udah dikerjakan 90% akibatnya pihak produksi dan para cast harus syuting ulang.
Banyak yang menyayangkan Cancel Culture yang diterapin di Korea sana terlalu kejam untuk aktor/aktris yang emang punya potensi diluar skandal atau kontroversi mereka.


Ternyata Cancel Culture di Korea gak separah di China.
China lebih serem lagi, drama dan semua wajah yang pernah tampil di media dihapus, drama yang belum tayang dibatalkan, akun sosmed sampai akun bank diblokir. Gak ada ruang buat balik lagi ke dunia entertaint.
Sanksi sosial di China emang gak ada ampun dengan 1,4 Miliyar penduduk disana buat cari pengganti artis mungkin gampang kali ya.
Jadi kalau betingkah, Bye.


Di indonesia baru-baru ini mulai banyak yang bersuara kayak penolakan kasus kembalinya Saipul Jamil di TV mendapat 500 ribu lebih petisi di Change.org dan Angga Sasongko selaku CEO Visinema Group secara tegas mengumumkan bahwa kerja sama yang seharusnya terjalin dengan stasiun televisi terkait telah dihentikan. Hal ini membuat dua film Visinema, Nussa dan Keluarga Cemara batal tayang di televisi tersebut. Menurutnya pihak stasiun televisi telah menunjukkan nilai yang tidak sejalan dengan pihaknya yaitu memberikan tayangan ramah anak.


Netizen Indonesia sekarang udah mulai buka mata dengan public figure atau tayangan yang gak sesuai dengan cerminan budaya dan nilai sosial masyarakat Indonesia. Walaupun masih kebanyakan orang Indonesia kalau udah ngefans buta, mau dia salah gimana pun pasti fansnya ada aja yang bilang “semua orang pasti pernah ngelakuin kesalahan” ,“1 keburukan melupakan 1000 kebaikan” atau "Tuhan aja maha pemaaf, masa hambanya enggak"  gak salah sih emang budaya kita tu gampang memaafkan makanya gak heran kasus Kim Seon Ho kemaren rame-rame fans dari Indonesia pada nyuruh Kim Seon Ho tinggal di Indonesia aja karena netizen Indonesia gak pendendam anaknya. LOL.


References :

https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/entertainment/2021/04/02/141605/bikin-drama-river-where-the-moon-rises-rugi-ji-soo-dituntut-rp-386-m


https://www.google.com/amp/s/seleb.tempo.co/amp/1502603/imbas-saipul-jamil-film-nussa-dan-keluarga-cemara-batal-tayang-di-televisi






Tuesday, October 19

,
"Gila seminggu ini cuma tidur 5 jam"
"4 hari ini lembur pulang pagi terus"
"Parah sih tahun ini aku gak bisa ambil cuti"

Sering dengar kalimat-kalimat itu?
Antara ngeluh sama pamerin kesibukan beda tipis yaa.
Fenomena ini disebut Hustle Culture, orang-orang yang harus sibuk terus, kerja dimanapun berada dan kapanpun. Karena dengan bekerja keras mereka menganggap bisa sukses, sementara orang yang banyak rebahan dicap pemalas dan malas pangkal miskin. 
Sebagai member premium kaum rebahan aku merasa "hmm, oh gitu".

Balik lagi ke orang-orang yang Hustle ini terpaksa untuk multitasking. Mau gak mau sambil makan di depan laptop, lagi ibadah mikirin klien, bahkan weekend tetap on.
Awal fenomena Hustle Culture ini muncul saat maraknya perkembangan startup kayak di Silicon Valley ada Mark Zuckerberg, Steve Jobs dan kawan-kawan.
Para millioner ini selalu menyuarakan kalimat pecutan semangatnya kayak "Stop whining. I'm grinding when you're sleeping"
Kalau kata Elon Musk di twitternya "There are way easier places to work, but nobody ever changed the world on 40 hours a week. But if you love what you do, it mostly doesnt feel like work".
Intinya orang-orang yang kerja 40 jam seminggu 
gak akan bisa merubah dunia, tapi jika kamu mencintai pekerjaanmu itu gak akan seperti bekerja.
"Hmm oke om Elon"

Beberapa faktor yang menyebabkan seorang menjadi Hustlers

1. Social Media
Fb, Ig, Twitter, Tiktok, be like : "Salah terus aku".
Gak menutup kemungkinan saat ini orang-orang pada celebrate kesibukannya udah kayak tren. 
Berlomba-lomba menampakkan kerja keras dan hasilnya.
Meeting kesana-kemari, ketemu klien ini itu, traveling kesana kemari, punya aset ini itu. Menjadikan semuanya harus obsesi dengan kata produktifitas dan sukses.

2. Toxic Positivity
Kata-kata semangat itu bagus dan dibutuhkan, tapi kalau udah jadi toxic itu gak sehat.
Contohnya : "Jangan nyerah kamu pasti bisa. Ayo kerja lagi"
"Masa gitu aja capek? Kapan mau suksesnya?"
"Semangat lemburnya, Ayo romusha bersama.!"
Bentuk kata-kata "eksploitasi" perusahaan kepada karyawannya yang belum tentu bisa kaya, malah yang lebih kaya Bossnya yang bekerja lebih sedikit.
Toxic Postivity memaksa manusia tetap tegar walaupun dalam kondisi tersulit sekalipun. Pada akhirnya kesehatan mental pun jadi terbaikan. 

3. Tuntutan Hidup
Bentuk nyata kesalahan apa yang dikatakan Elon diatas bahwa diluar sana ada begitu banyak orang-orang yang hidupnya udah kerja mati-matian punya lebih dari beberapa pekerjaan yang gak kepikiran mau merubah dunia. Keluar dari garis kemiskinan aja mereka gak bisa. Kesuksesan seseorang tidak murni karena talent dan kerja keras mereka disamping adanya privilege dan keberuntungan.
Bagi orang yang udah kerja mati-matian mau gak mau karena gak ada pilihan. 
Pemerintah bahkan tidak menyediakan kebutuhan dasar seperti pendidikan yang murah, jaminan kesehatan, rumah layak huni bahkan air bersih. 
Belum lagi ada tanggungan keluarga seperti anak, istri/suami. Lunasin hutang keluarga, sekolahin adik-adik dan macam-macam tuntutan lainnya yang memaksa harus bekerja ekstra dan ekstrim.

Dampak Hustle Culture
Tahun 2016 tercatat ada lebih dari 2000 kasus bunuh diri di Jepang akibat work-related-stress.
Atau disebut dengan "karoshi" atau budaya kerja berlebihan yang sebabkan karyawan kelelahan hingga meninggal.
Kondisi stress akibat perkerjaan, banyaknya tanggung jawab yang dipikul, lingkungan kantor yang buruk serta kehilangan dukungan sosial mengakibatkan seseorang menjadi Burnout Syndrome. 
Hustle Culture tentu berdampak baik bagi orang yang punya powerfull dan kekuasaan.

https://pin.it/1M55PGV

Jadi harus gimana?
Seimbang. 
Harus ada keseimbangan antara urusan kerja dan pribadi. Jangan sampai kesehatan fisik dan mental terganggu, punya batasan kegiatan.
Seperti olahraga, istirahat yang cukup, relaksasi diri dengan menonton series. 
Misalnya dapat pelajaran hidup dari series Hometown Cha-Cha-Cha kisah si Hong Banjang lulusan SNU yang otomatis orang-orang punya ekspektasi lebih tapi dia memilih jalan hidupnya sesuai apa yang buat dia bahagia dan merasa cukup dengan apa yang dia punya. Zaman sekarang merasa cukup itu susah, akupun terkadang masih struggling dengan itu, disamping kiri kanan ambisi harus dapat ini itu. Walaupun teorinya udah tau tapi tetap aja gagal lagi. 
Gapapa, resiko manusia yang penting terus mencoba.


References :





Monday, September 20

,
Disclaimer, Bukan mau ceritain game gaweng jaman dulu tapi mau ceritain satu kisah di Jepang pada abad ke 15.

Jadi, dulu ada seorang militer Jepang namanya, Shogun Ashikaga Yoshimasa.
Ceritanya dia tiba-tiba gak sengaja jatuhin mangkuk teh favoritnya pemberian dari China.

Yoshimasa langsung mengirim mangkuknya kembali ke China untuk direparasi (ceritanya masih ada sisa garansi).
Tapi setelah diperbaiki, mangkuk kesayangannya malah jadi makin jelek. Cuma ditempelin lem atau selotip gitu.
Yoshimasa kesal dong, dia pun mencari seniman terbaik di Jepang untuk menyambung kembali mangkuknya dengan sesuatu yang lebih indah, bagaimana pun caranya.
Ternyata benar, mangkuk Yoshimasa menjadi lebih cantik dengan menyatukan pecahan-pecahan keramik itu seniman menggunakan suatu perekat yang kemudian diberikan lapisan emas. Dari situlah muncul istilah “kintsugi”— 
kin berarti emas; tsugi berarti menyambungkan. Secara literal artinya adalah meyambungkan dengan emas.

Kintsugi menjadi populer, seni memecahkan suatu barang seperti piring, mangkuk, keramik dengan menyatukan kembali dengan emas. Keretakannya pun tidak boleh ditutup-tutupi, bertujuan untuk mengubah kesan garis rusak itu menjadi lebih indah dan kuat. 

Filosofi Kintsugi juga berhubungan dengan filosofi wabi-sabi, yang bermakna "melihat suatu keindahan dalam sebuah ketidaksempurnaan". 
Kepikiran buat nulis filosofi kintsugi ini berawal dari nonton drakor Individualist Ms Jiyoung
Fyi, aku udah lama gak ngedrakor. 
Setelah sekian lama akhirnya coba nonton lagi karena cuma 2 episode.
Jadi, karakter Na Ji Young yang diperankan oleh Min Hyorin alias biniknya Taeyang disini diceritain seorang individualis yang tidak membutuhkan orang lain dan juga tidak peduli dengan lingkungan sekitar, mirip kayak perannya di Film Sunny. Tipikal Aquarius yang sok cool, cuek, misterius tapi pengen diperhatiin. 
Ngerti gak siih?
pinterest
Ternyata semua itu akibat trauma masa kecilnya sebagai anak korban broken home. Orangtuanya saling menolak untuk mengurusnya. Sejak saat itu, Na Ji Young memutuskan hidup sendiri dan semakin mengasingkan diri dari dunia luar. Dia sering menyalahkan diri sendiri, dia benci segala makhluk hidup. 
Mengurus tumbuhan dan binatang aja dia benci apalagi manusia.
Tapi semua itu berubah sejak kehadiran Park Byeok-so yang memberikan warna baru dalam kehidupannya.

Karakter Park Byeok-so yang diperankan oleh Gong Myung kebalikan dari Na Ji Young. Dia seorang ekstrovert yang gak bisa hidup sendiri. Dia rela ngelakuin apa aja demi mendapatkan atensi dari orang-orang sekitarnya. Karakter Park Byeok-so ini mengingatkanku 
Kaum gak enakan sama orang lain tipikal 
"Yes Man". 
Orang pada liburan Natal, dia malah disuruh nugas, malah nurut lagi.
Ternyata dia punya masa lalu yang gak enak.
Park Byeok So berasal dari panti asuhan dia takut ditinggal keluarga adopsinya itu sebabnya dia jadi penurut dan selalu menghibur dirinya dengan keramaian.
pinterest
Singkat cerita mereka putus. Kehancuran mereka berkaitan sama filosofi kintsugi ini. Mereka hancur dan kembali dipertemukan dititik terbaik menurut takdir.
pinterest
Pribadi yang sudah hancur pun menjadi indah dan lebih bermakna setelah diperbaiki.
Kalau kata Cantika Abigail, "Kita jangan pernah lagi melabeli perasaan senang itu positif dan menangis itu negatif. Kita perlu keduanya dalam menjalani kehidupan sebagai manusia seutuhnya. Semua emosi yang ada penting untuk dirasakan agar hidup kita lebih seimbang".
Filosofi Kintsugi ini bukan cuma tentang patah hati tapi segala bentuk ketidaksempurnaan seperti trauma masa lalu, pekerjaan yang buruk, keluarga yang hancur, atau perlakuan orang lain yang kurang menyenangkan, apapun bentuknya yang membuat kita merasa hancur. Percayalah, itu bukan akhir dari segalanya dan jangan pernah mengatakan sia-sia pada hal yang sudah terjadi. Tidak ada yang sia-sia, segala peristiwa terjadi untuk menguatkan dan mengantarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semua bisa diperbaiki bahkan bisa jadi jauh lebih indah.

________________________________

Reference :




Friday, August 20

,
"Sedangkan dalam sepekan pun ada tujuh hari. Bukan delapan. Bila dibagi, takkan merata. Ada yang mendapatkan tiga dan yang lain empat. Jadi bukan kau saja yang merasa dunia ini tak adil. Semua makhluk di Bumi ini. Merasa bahwa dunia tak adil.
Namun, selama kita mencoba melihat Allah dengan standar manusia, kita takkan bisa melihat keadilan Allah. Jadi.. di mana keadilan Allah? Keadilan Allah terlihat bila kita menerima takdir kita. Bila kita menerima takdir yang sudah Allah suratkan.
Di Alaska.. muslim harus berpuasa 20 jam. Sementara di sini, muslim hanya berpuasa 12 sampai 13 jam. Apa itu adil? Keadilan lebih tampak saat para muslim di Alaska berpuasa selama 20 jam dan mereka bersyukur tanpa mengeluh.
Kenapa mereka berpuasa lebih lama di bandingkan kita di sini? Karena mereka tahu, Nur. Mereka tahu, ada hikmah di balik itu.
Adil juga di mata Allah apabila orang cacat...
menjalani hidup mereka yang berat
dengan rasa syukur
Sama juga dengan orang buta
yang terus hidup di dalam kegelapan
Si buntung yang terus hidup tanpa kakinya
Tetapi mereka bersyukur
Itu akan tetap adil bagi orang miskin, meski rezekinya hanya sepiring nasi.
bila mereka bersyukur tanpa iri kepada orang berpunya...
Lalu, yang kaya sanggup memberikan haknya ke orang miskin
meski tahu, itu tak adil untuk mereka
Selama kita tak menerima bahwa Allah hanya menguji kita,
kita akan terus menyalahkan-Nya karena tak adil.
Tapi, Allah Maha Adil.
Mungkin, di dunia ini, kau susah,
Tapi di akhirat nanti, setelah kau lulus dari ujian ini.
Insya Allah derajatmu pun akan lebih tinggi dari wali.
Asalkan kau ikhlas dengan ujian hidupmu,
Allah itu Maha Adil
Allah berhak melakukan apa saja yang Allah kehendaki.
Itulah keadilan yang sebenarnya.
Kebesaran Nya yang tak tertandingi"

diambil dari "Drama Malaysia 'Nur' di Netflix khususnya episode 7 season 1" Adisty 

*Spoiler Alert

Berawal dari scrolling di quora, ketemu kutipan dialog dari series Malaysia, berjudul NUR.
Tertarik mau nonton karena baca quote yg nyantol dihati. Cerita tentang percintaan Adam (anak seorang ustadz kondang) dengan Nur seorang PSK.
Awal-awal episod agak klise dengan cerita yg mirip drama ala-ala Indosiar.
Mulai perjodohan antara Adam dengan Deeja, 
si Ahmadi menantu Laki-laki yg gila harta, tahta, wanita, sampai masalah makin kompleks saat Adam dan Deeja gagal menikah karena Adam lebih memilih Nur, kakak ipar dan ibu mertua yg gak terima, suami Aishah (Ahmadi) yg begatal dengan Nur, belum lagi di season 2 masuk sang pelakor si Juita yg manipulatif penuh tipu daya. 
Lengkap penderitaan Nur.! Udah kayak Roller Coaster. Capek, emosi, mental breakdance ngikutinya.
Walaupun dibikin emosi dan ikutan nangis sampe pusing tapi jujur banyak pesan moral dari series Nur ini yg aku dapat. Apalagi nasihat-nasihat dari Ayah Adam yg menyejukan hati.
Beberapa quote dari series Nur :
source : twitter

Ayah Adam tak pernah berhenti menasehati istirinya untuk ikhlas menerima Nur, tapi sisi lain Mak Adam merasa berat memaksakan hatinya karena sejatinya memang Allah lah yg mengenggam hati manusia, kita tidak bisa memaksakan kehendak yg tidak bisa kita kontrol seperti hati Mak Adam.
Mak Adam tidak terima Nur sebagai menantunya karena asal-usulnya yg kelam. Tapi Ayah Adam bisa lapang hati menerima Nur. 
"Jangan kerana Allah permudahkan Abang untuk terima Nur, Abang sombong kepada saya. Saya juga sedang mencuba." - Musalmah (Mak Adam)
_______________________________________
source : twitter

Selama hidup, Mona (Mak Nur) selalu anggap Allah tidak adil karena tidak pernah mengabulkan doanya sampai putus asa berharap kepada-Nya. Di akhir hidupnya Mona bersyukur bisa bertemu anaknya (Abang Nur yg telah meninggal) lewat mimpi. 
Mona bertaubat di sisa hidupnya.
Pernah aku baca "sesungguhnya amalan itu tergantung endingnya" 
Mona yg merasa hidupnya hina tapi Allah mengakhiri hidupnya dengan ampunan-Nya. Mona meninggal dalam keadaan mengucap di pangkuan Nur. Allah meringankan lisannya untuk menyebut nama-Nya.

_______________________________________
source : twitter

Doa Nur yg tak pernah putus meminta ampunan dan rahmat-Nya untuk diberi petunjuk atas hidupnya. 
Kata-kata orangtua Adam bikin adem.
"Setengah manusia tak sebertuah kamu, Adam. Setengah manusia Allah beri kesukaran, kehinaan dan ujian hidup yg getir tapi mereka tetap gigih mencari-Nya. Bukankah itu sifat yg mulia, disebalik pekerjaan mereka yg kita keji itu?"
-Ayah Adam

"Sekarang Mak dah faham kenapa Adam pilih kamu. Sebab kamu ikhlas dengan Allah, kamu cintakan Dia bukan atas dosa dan pahala kamu, tapi sebab Dia Tuhan kamu dan kamu perlukan Dia, dan atas izin-Nya, Dia temukan Adam sebagai pembimbing kamu."
-Mak Adam

_______________________________________

Banyak stigma negatif yg kita anggap biasa tapi sebenarnya itu berdampak buruk kalau terus kita biarkan.
Seperti nasehat Adam kepada Mak nya tentang Aishah yg mau bercerai dengan Ahmadi tapi Mak nya takut karena Aishah mandul takut tidak ada laki-laki selain Ahmadi yg bisa terima Aishah.  Adam mengatakan bahwa ada tak adanya anak bukan sebab kita bahagia atau tidaknya dan tidak ada anak bukan berarti aib.
Nasehat Ayah Adam tentang sumbangan untuk pondok dari seorang PSK, Adam tidak mau menerima uangnya karena bersumber dari yg haram, Ayah Adam berkata bahwa uang yg PSK dapatkan itu urusan antara dia dan Allah. Kita tak perlu ikut campur tugas Allah, tugas kita hanya menerima niat baiknya.
Series ini memberikan gambaran bahwa kebaikan ada di mana-mana, bahkan di tempat yang menurut manusia adalah tempat atau pribadi yang “kotor” sekalipun. Sebaliknya, keburukan juga ada di mana-mana, bahkan di tempat dan wujud yg terlihat “suci”.

QS Al-Ankabut ayat 2, menjadi highlight di series ini.

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

Merasa beriman bukan berarti merasa aman dari ujian. Begitupun yg merasa kotor penuh dosa bukan berarti Allah tidak sayang atau tidak menerima kita sebagai hamba-Nya. Selalu ingat bahwa kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya melebihi kasih sayang orangtua ke anaknya. Seburuk dan seberat apapun dosa selagi kita tetap mencari-Nya disitulah letak adil dan kasih sayang-Nya, Dia tumbuhkan rasa bersalah ketika buat dosa tandanya hati kita belum mati dan Dia menginginkan kita untuk kembali kepada-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yg selalu diberikan petunjuk-Nya.

Series ini bagus buat charge iman.
Happy watching..!
Happy friyay..!
keep praying..!

Thursday, June 24

,
Anak ikan (Pisces) biasanya lebih sensitif dan emosional, kadang moody gak karuan, Karakter dan sifat Pisces yang terlihat jelas itu santai, ramah, dan punya rasa simpati yang besar pada sesama. Selain itu, Pisces juga memiliki intuisi yang tajam, daya imajinasi yang tinggi, serta berbakat dalam seni. Namun, cenderung mudah pesimis, suka khawatir berlebihan, dan agak pemalas.
Pisces susah ditebak dan karena sifatnya yang sensitif, maka kaum ikan ini cocok bersanding dengan Cancer, Taurus, dan Capricorn.
"katanya sih gitu"
 
Zodiak emang kadang bisa benar dan salah tapi jangan sampai jadi patokan nasip keberuntungan dan kesialan dalam keseharian hidup atau masa depan kita (Nope) sama kayak ilmu ramal yang gak bisa dipertanggung jawabkan keakuratannya. Just for fun aja.. Jangan sampai syirik.

Tapi ada satu test kepribadian yang bersandar pada teori psikologi untuk mengetahui kepribadian seseorang namanya MBTI. Mungkin udah banyak yang tau, test MBTI (Myer-Briggs Type Indicator) adalah sebuah uji yang pertama kali diperkenalkan oleh Katharine Cook Briggs dan anaknya, Isabel Briggs Myers pada tahun 1942.
Tujuannya adalah agar semua orang dapat memahami dirinya, memudahkan untuk menentukan jurusan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengannya. 

Selama ini, banyak orang beranggap bahwa hanya ada dua kepribadian di dunia ini, yaitu introvert dan ekstrovert.
Melalui tes MBTI, kita bisa mengetahui bahwa kepribadian ada lebih banyak dari itu. 
Tes MBTI membagi kepribadian seseorang berdasarkan beberapa dikotomi kategori, yaitu 
Introversion (I) vs Extraversion (E)
Intuitive (N) vs Sensory (S)
Thinking (T) vs Feeling (F), dan 
Judging (J) vs Perceiving (P).

Setelah mengikuti test MBTI sebanyak 3 kali dengan hasil yang sama ternyata aku termasuk golongan kaum INFP. 
INFP ini termasuk spesies langka katanya. Pantes aja kadang ngerasa udah kayak alien sangking anehnya.


Ada 2 fakta INFP yang sering aku rasain :

-Kompleks
Idealis, skeptis (melihat banyak kemungkinan terhadap sesuatu), punya prinsip, paling gak suka orang lain meremehkan prinsipnya. Punya banyak pilihan dan kemungkinan yang akhirnya takut salah membuat keputusan. Sering terjebak dengan pikiran yang mendalam, nyantai diluar overthinking didalam. Emotional gampang mewek, Saddest people, bawaannya depressed mulu kalau kata sampipel (orang-orang) kayak orang kurang bersyukur. Padahal emang terlalu kompleks aja dijelasin ama tu makhluk.

-Kontradiktif
Beban gak enakan sama orang. Susah nolak dan bilang tidak. Kadang kalu udah baik, ngikut, nurut sama orang sampai sikapku sering disalah artikan dan kadang ngerasa di "manfaatin" tapi sering melihat orang lain dari sisi baiknya, karena aku percaya orang lain berbuat buruk pasti ada sebab, gak percaya 100% manusia itu penjahat. 
Kadang gak suka diperhatikan tapi kadang sebaliknya. Kadang pendiam kadang rame.
Bisa kekanakan-kanakan ngomongin receh, absurd tapi kadang bisa bijak sampe deep talk bahas nikmat Tuhan, alam semesta sampai teori Darwin dan flat earth pun hayuk. LOL.
Banyak kontradiksi yang dimiliki kaum INFP yang bikin dia sulit dimengerti orang lain bahkan dirinya sendiri pun gak paham.

Test MBTI ini tidak 100% valid/reliable tapi bisa jadi acuan untuk mengetahui kepribadian kita. 
Kepribadian datang dari genetik dan lingkungan, kepribadian juga kompleks banyak yang mempengaruhi. 
Kepribadian bisa berubah-ubah apalagi setelah mengalami QLC (Quarter Life Crisis)
Sempat aku baca di forum Reddit  banyak yang mengatakan "INFP itu sebenarnya ENFP yang lagi depressed aja, soalnya setelah mereka gak depressed mereka akan balik ke ENFP".
Tapi aku ngerasa emang lagi proses pendewasaan aja makanya lebih introvert kalau dulu kan masa remaja lebih fun makanya jiwa ekstrovertnya lebih dominan dulu.
Gak tau deh beberapa bulan atau tahun kedepan coba tes ulang masuk golongan mana lagi?

Situs Test MBTI yang aku gunakan :



Reference :