Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Tuesday, May 31

,
Rekomendasi racun rasa jeruk pulau jeju ada gak gaes?
Mungkin itu yang aku cari kalau udah putus asa sama hidup, capek dan kepengen mati aja, aku bakal minum racun yang rasanya manis. 
Tapi itu gak mungkin.! 
Tsumma Naudzubillah.

Jadi setelah drakor 2521, aku lanjutin on going nya My Liberation Notes yang baru aja selesai.
Ceritanya tentang orang introvert yang pengen bebas dari segala perasaan takut dan ketidak nyamanan lainnya. 
Jadi ingat kata Yeom Mi Jeong, saking capeknya dia sama hidup, dia sampe bilang
"udah deh gapapa aku mati masuk neraka tapi di dunia kasi aku surga.. Tolong, Tuhan
Pikiran putus asanya terasa relate.
Dunia emang tempatnya lelah, tapi jangan sampai jadikan dunia segalanya karena ini cuma sebentar.
Kalau kata Mr. Gu sama Chang Hee, 
"Manusia di Bumi itu 7,7 Miliyar, jadi setiap orang itu ibarat 1 logam won yang di tumpuk di gunung. Padahal kita hanya satu diantara logam Won itu, kenapa kita mati-matian untuk hidup ini."

Fokus drama ini tentang Yeom Family, terdiri dari dari orangtua yang kaku gak dekat sama anak. 
3 anak yang kerja di kota seoul jauh dari desa Sanpo. 
Weekend harus bantu orangtua di ladang.
Dialog antara orangtua dan anaknya minim, apalagi ayahnya hampir gak pernah ngobrol.
Saat Mi Jeong ditipu karena jadi jaminan pinjaman buat mantan pacarnya, kakaknya marah sambil bilang
"cukup ayah yang diporotin adiknya, kenapa kau bisa bodoh ditipu pacarmu"
Abangnya ngebela Mi Jeong, "aku juga jadi dia pasti akan diam, aku rela masuk penjara asal keluargaku gak tau. Emang selama ini kita pernah bergantung sama keluarga?"
Ayahnya langsung diam ngebatu, kasian tapi bener sih. 
Tipikal ayah yang merasa dirinya paling benar, susah buat diskusi. 
Chang Hee izin beli mobil buat menghemat ongkos dan bisa sekalian pulang pergi kerja sama kakak adiknya tapi gak di tanggapin.
Chang Hee kasi saran buat jual ladang untuk beli Toserba yang profit per bulan nya lumayan besar, bisa jadi jaminan masa tua orangtuanya tapi gak di tanggapin. 
Kesel sebenarnya, tapi ya gimanapun namanya orangtua.

Motivasi anak-anaknya bertahan selain dari Mr. Gu, mungkin dari banner "sesuatu yang baik akan terjadi padamu hari ini" 
yang letaknya di perbatasan Sanpo dan Seoul.
Jadi pulang pergi kerja mereka lihat itu dan percaya ada harapan untuk hari ini.
source on pict
Turning Point yang aku suka dan sedih saat mereka ditinggal ibunya secara tiba-tiba.
Yeom Family jadi lebih dekat, Kakaknya bilang 
"Mungkin kita saling menyayangi, tapi apa anak kita saling menyayangi saudara kita? ayah sayang adiknya tapi kita tidak, karena bibi sumber masalah keluarga kita"
"makanya di dunia ini butuh cinta
Kata Chang Hee.

Lebih sedih ke ayahnya sih karena terbiasa dilayani.
Dia jarang ngobrol sama istrinya, tapi setelah istrinya gak ada, tatapan kosong dia seolah-olah ngasi tau ke penonton
"aku kehilangan separuh hidupku. Anak-anak ku bakalan pergi dari rumah satu-per satu, siapa yang menemani masa tua ku.?
Relate dengan kesedihan ayahnya, diamnya bersuara.

Tentang kematian juga aku masih belum percaya kalau salah satu keluargaku  baru 40 hari berpulang ke surga. 
My dearest auntie "Buk Rehan" has gone to heaven.
Baru nulis awal tahun kemaren kalau tahun ini bakal jadi 10 tahunnya Atok meninggal.
10 tahun yang lalu aku belum tau rasa sedihnya ditinggalkan, dan aku paling takut dan tidak siap dengan segala kehilangan.
4 bulan kemudian apa yang aku tulis kejadian,
it was a nightmare.

Tapi setelah dengar beberapa kajian dan nonton My Liberation Notes.
Jadi ngerti bahwa definisi kematian itu adalah kebebasan.
Bebas dari rasa sakit, capek, hingar bingar, tempat berpulang dari segala rasa gak enak di dunia.
Sedihnya lebih ke aktivitas sehari-hari yang biasanya ada sekarang gak ada.
Tapi keyakinan bahwa jiwanya tidak pernah mati, dia abadi di alam sana. 
Dia hidup disana, dia bahagia disana.
Dear Buk rehan, you know we love you, but Allah love u more.
We'll always pray to you buk.
Until we meet again in heaven.

Dunia serba sebentar, tapi sering lupa seolah-olah hidup abadi.
Menjadikan dunia segalanya tanpa ingat persiapan buat pulang.
Kehidupan itu setiap harinya seperti menghitung mundur waktu kematian.
Ini nasihat untuk diriku sendiri, karena diri ini mudah lupa, mudah berbuat salah, mudah lupa meminta maaf, dan dengan segala khilaf lainnya.
Selalu ingat bahwa dunia bukan hanya tentang dirimu. 
Jadi, jangan sombong ya pa.!

Balik lagi ke drakornya jadi ending di My Liberation Notes itu mereka akhirnya menemukan kebebasan mereka masing-masing.
Gi jeong yang udah bisa ngertiin orang.
Chang Hee yang udah gak seenaknya ngeluh.
Mi jeong yang akhirnya merasa penuh setelah lama hatinya kosong.

7,3/10