Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Saturday, October 23

Cancel Culture

Perlu gak Cancel Culture diterapin di Indonesia seperti kasus Kim Seon Ho yang lagi rame saat ini?

Cancel Culure adalah sebuah bentuk ostrakisme modern di mana seseorang dikeluarkan dari lingkaran sosial atau profesional baik secara daring di media sosial, di dunia nyata, atau keduanya. Mereka yang menjadi subjek pada ostrakisme ini dianggap "dienyahkan". Wikipedia

Pinterest
Entertain di Korea emang gak main-main kalau udah masalah skandal. Mereka gak tutup mata sama kenyataan kalau emang salah pasti bakal di bash dan di banned, gak peduli mau ganteng atau secantik apa kalau salah ya tetap salah.

Beruntung Jefri Nichol, Ariel Noah dll, tinggal di Indonesia terlepas dari kasusnya, masyarakat masih nerima karyanya dengan baik.


Kim Seon Ho yang udah mengakui kesalahannya dan minta maaf baru-baru ini di tayangan Hong Jinkyung's Movie Fun Life wajahnya diblur, belum lagi pembatalan kontrak iklan, drama, film beserta penalti yang harus dibayarnya. Bukan cuma Kim Seon Ho yang rugi tapi para cast di drama terakhirnya Hometown ChaChaCha juga kenak imbasnya.
Mereka gak bisa datang ke wawancara dan perayaan atas selesainya drama mereka.

Kasus Jisoo di drama River Where The Moon Rises rugi dan Jisoo dituntut Rp. 38,6 M akibat skandal bully. Peran Jisso langsung diganti disaat proses syuting udah dikerjakan 90% akibatnya pihak produksi dan para cast harus syuting ulang.
Banyak yang menyayangkan Cancel Culture yang diterapin di Korea sana terlalu kejam untuk aktor/aktris yang emang punya potensi diluar skandal atau kontroversi mereka.


Ternyata Cancel Culture di Korea gak separah di China.
China lebih serem lagi, drama dan semua wajah yang pernah tampil di media dihapus, drama yang belum tayang dibatalkan, akun sosmed sampai akun bank diblokir. Gak ada ruang buat balik lagi ke dunia entertaint.
Sanksi sosial di China emang gak ada ampun dengan 1,4 Miliyar penduduk disana buat cari pengganti artis mungkin gampang kali ya.
Jadi kalau betingkah, Bye.


Di indonesia baru-baru ini mulai banyak yang bersuara kayak penolakan kasus kembalinya Saipul Jamil di TV mendapat 500 ribu lebih petisi di Change.org dan Angga Sasongko selaku CEO Visinema Group secara tegas mengumumkan bahwa kerja sama yang seharusnya terjalin dengan stasiun televisi terkait telah dihentikan. Hal ini membuat dua film Visinema, Nussa dan Keluarga Cemara batal tayang di televisi tersebut. Menurutnya pihak stasiun televisi telah menunjukkan nilai yang tidak sejalan dengan pihaknya yaitu memberikan tayangan ramah anak.


Netizen Indonesia sekarang udah mulai buka mata dengan public figure atau tayangan yang gak sesuai dengan cerminan budaya dan nilai sosial masyarakat Indonesia. Walaupun masih kebanyakan orang Indonesia kalau udah ngefans buta, mau dia salah gimana pun pasti fansnya ada aja yang bilang “semua orang pasti pernah ngelakuin kesalahan” ,“1 keburukan melupakan 1000 kebaikan” atau "Tuhan aja maha pemaaf, masa hambanya enggak"  gak salah sih emang budaya kita tu gampang memaafkan makanya gak heran kasus Kim Seon Ho kemaren rame-rame fans dari Indonesia pada nyuruh Kim Seon Ho tinggal di Indonesia aja karena netizen Indonesia gak pendendam anaknya. LOL.


References :

https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/entertainment/2021/04/02/141605/bikin-drama-river-where-the-moon-rises-rugi-ji-soo-dituntut-rp-386-m


https://www.google.com/amp/s/seleb.tempo.co/amp/1502603/imbas-saipul-jamil-film-nussa-dan-keluarga-cemara-batal-tayang-di-televisi






No comments:

Post a Comment