Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Wednesday, January 27

Belajar Parenting Dari Kimbab Family

Apa jadinya jika pernikahan beda kewarganegaraan? 
Dengan orang Korea misalnya. 
Kalau aku tentu saja Emak ku pasti senang punya menantu orang Korea, aku pasti jadi kebanggaan keluarga dan tetangga tanpa perlu aku menjadi PNS 😂
Ini kan semisalnya kalau aku, kayaknya Tuhan juga gak mungkin izinkan karena Tuhan udah tahu duluan rencana sombongku 🤣
Oke kali ini aku harus serius karena ini tulisan pertama di tahun 2021, jadi harus bahas sesuatu yang ada isinya.

Back to the topic.
Jadi menurutku pernikahan beda kewarganegaraan gak se indah apa yang ditampakkan terlebih jika sudah memiliki anak. Pernikahan sesama WNI yang jelas-jelas sama bahasa dan budayanya aja masih banyak struggle. Apalagi yang beda kewarganegaraan.

Instagram.com/kimbabfamily.official/
Tapi tidak dengan Kimbab Family.
Pernikahan beda kewarganegaraan antara Appa Jay dari Korea dan Mama Gina dari Bandung Indonesia, membuktikan pernikahan multikultural juga bisa membesarkan anak-anak dengan sangat baik. Aku sampai kagum dengan pola asuh Appa Jay dan Mama Gina terhadap ke-3 anak-anaknya yang masing-masing hanya selisih 2 tahun.

                                                  Suji 8 tahun
Instagram.com/kimbabfamily.official/
                                                  Yunji 6 tahun    
Instagram.com/kimbabfamily.official/
                                                  Jio 4 tahun
Instagram.com/kimbabfamily.official/
Salut dengan cara Mama Gina dan Appa Jay yang mengasuh anak-anak mereka secara bilingual dengan tidak melupakan bahasa ibu masing-masing negara. Kata Mama gina "bicara sama anak-anak dengan tetap menggunakan bahasa ibunya, Indonesia agar lebih sampai maksud dan perasaannya ke anak-anak" Begitupun dengan Appa jay dengan bahasa ibunya, Korea.

Beberapa Tips Parenting Dari Kimbab Family Yang Bisa Kita Contoh

Mandiri
Appa Jay dan Mama Gina mengajarkan Suji, Yunji dan Jio tentang kemandirian sejak dini dengan membiasakan melakukan aktifitas sehari-hari seperti hal sederhana membereskan kamar, merapikan mainan, makan dan mandi sendiri.
Di satu Vlog, Appa Jay dan Mama Gina pernah memberikan tantangan kepada Suji, Yunji dan Jio untuk pergi ke salon sendiri tanpa ditemani orangtua. Mereka pun menerima tantangan tersebut dengan percaya diri. 
Aku sampai kagum melihat Suji sebagai si sulung tidak hanya mandiri tapi dia juga memiliki rasa tanggung jawab kepada ke-dua adiknya, Yunji dan Jio. Melihat perannya sebagai kakak tanpa orangtua disampingnya yang harus menjaga adik-adiknya. 
Appa Jay dan Mama Gina tetap bertugas sebagai pengawas, tentu tidak dilepas begitu saja.
Dengan Membiasakan kemandirian sejak dini
dapat membantu anak memiliki kebiasaan yang baik sampai dewasa nanti.

Game
Appa Jay dan Mama Gina membatasi akses gadget pada anak-anak agar tidak mudah mengaksesnya sesuka hati. Selain itu, Suji, Yunji dan Jio mengetahui kapan waktu menggunakan gadget yang diperbolehkan seperti hari libur.
Appa Jay dan Mama Gina tidak hanya fokus pada pembatasan penggunaan gadget semata.
Appa Jay dan Mama Gina menciptakan kegiatan pengganti yang kreatif seperti bermain ekspresi wajah, menebak rasa makanan dengan mata tertutup, lomba 17-an dan lain lain.
Dengan mengurangi gadget pada anak dapat membantunya membangun keterampilan motorik dengan menikmati beberapa permainan diluar ruangan.

Hukuman
Ketika Suji, Yunji, dan Jio melakukan tindakan diluar aturan atau bertindak nakal, biasanya Mama Gina dan Appa Jay memberikan hukuman dengan menyuruh mereka untuk merenung di dalam kamar.
Memarahi anak disaat emosi mereka sedang naik membuat situasi makin memburuk. Dengan merenung di kamar, anak bisa belajar menenangkan dirinya sendiri, berfikir tentang kesalahannya mengapa orangtuanya bisa marah. Setelah selesai meluapkan emosinya di dalam kamar, Mereka berbicara dengan Appa Jay dan Mama Gina dengan keadaan yang sudah tenang dan mulai meminta maaf.
Cara ini bisa diterapkan untuk mengajarkan anak-anak berintropeksi diri sedari kecil. Agar ketika sudah dewasa nantinya anak bisa dengan mandiri untuk mengatasi permasalahannya.

Adab
ini yang paling buatku kagum sama Appa Jay dan Mama Gina. Mereka berhasil mengajarkan adab dan kesopanan kepada Suji, Yunji dan Jio. Sedari kecil sudah mengerti bagaimana cara bersikap dengan orang yang lebih tua, bahkan seperti Ahjumma penjual makanan dipinggir jalan mereka selalu mengucapkan "terimakasih" ,"selamat bekerja"
Kalau mereka habis berantem selalu bilang "maaf" kemudian saling berpelukan.
Menutup mulut dengan siku ketika bersin.
Hal kecil dan sederhana seperti itu sudah seharusnya ditanam sejak kecil kepada anak-anak. Agar terbiasa berlaku sopan dan beradab ketika dewasa nantinya.

Itu dia beberapa tips parenting dari Kimbab Family yang bisa dicontoh suatu hari nanti ketika sudah bekeluarga.
Menurut Appa Jay dan Mama Gina di sesi QnA soal Parenting di Channel Youtubenya, mereka mendidik ke-3 anaknya sama seperti para orangtua pada umumnya. 
Tapi menurutku Komunikasi antara kedua orangtua itu yang terpenting. Semua harus dibicarakan dan diskusikan seperti Mama Gina yang tidak independen walaupun dia cerdas, seorang mantan sekertaris menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dia tetap terlihat seperti seorang ibu dan istri biasa bagi keluarganya tidak lebih dominan dalam mendidik anak-anak. 
Mama Gina tetap saling berbagi tugas kepada Appa Jay. 

Instagram.com/kimbabfamily.official/
Rumah adalah pendidikan pertama bagi anak. Orangtua adalah guru utama bagi anak-anaknya. Makanya, orangtua perlu banyak belajar agar bisa mengasuh anak-anak dengan baik.
Seseorang pernah mengatakan 
"aku lebih takut menjadi seorang ibu daripada menjadi seorang istri. Teori asalku jadi istri itu kayak tinggal ngelanjutin pekerjaan ibu suamiku. 
Contohnya, aku bisa nanya ke ibu apa makanan yang kamu suka dan gak suka, kamu alergi apa, cara apa yang bisa buat kamu betah di rumah, dan hal-hal biasa lainnya. Sisanya tinggal cari tahu sambil jalanin pernikahan. 
Sedangkan menjadi seorang ibu itu kayak dikasih kertas kosong, enggak ada informasi apa-apa, semuanya cari tahu sendiri, mulai sendiri sambil mikir ini salah enggak ya? 
ini benar nggak? Lebih berat."
Absolutely. 
Itu sebabnya menjadi orangtua yang baik itu harus punya Team Work yang kuat untuk membesarkan anak untuk mencapai misi orangtua terhadap tumbuh kembang anak. Karena anak tidak bisa memilih mau dilahirkan dari orangtua mana, tapi kita bisa memilih dan berhak menjadi orangtua yang terbaik bagi anak kita nantinya.

No comments:

Post a Comment