Babbling Space ║ Ulfatu Wirdah

One Kind Word Can Change Someone's Entire Day

Tuesday, September 12

Melayu Mager

Halloooo semuaah...

Mumpung lagi libur panjang ntah seberapa panjang liburnya aku juga gak tau.
Perasaan kok gak abis-abis liburnya sampek bosan juga mau ngapain lagi.
Pengen jalan gak ada yg ngajak, pengen shopping gak ada duit, pengennya kamu tapii..... Ahhh sudahlah
(okee ulfa ini kita lagi gak bahas hati ya. Fokus fokuss)

Iyap, pertama mari kita bahas tentang tujuan postingan aku kali ini. 

Tujuan postingan ini adalah...
Ya kagak ada tujuannya lah selain mengisi liburan panjang yang hampa ini. Aseeek
(Tuh kan mulai gak serius lagi. Jijik laa aku!)

Yaudah iya deh maaf...

Oke, Melayu Mager atau Melayu Malas Gerak.
Bener gak sih itu??
Untuk membuktikannya aku rasa gak perlu survey pakai angket segala lah ya.
Langsung aja tanyak sama yang bersangkutan (Aku).

Kalau menurut sudut pandang dari anak kelahiran kampung belacan yang notabenenya asli berdarah melayu original tanpa pemanis buatan ini pastinya karna emang udah manis. (Embus poni... Gak punya poni deng)

Sebenarnya kata malas gak berarti harus di cap sifat semua orang Melayu yaa. Malas itu kan kata sifat yang apapun sukunya pastilah pernah ngerasain si malas ini.

Masalahnya, kenapa orang melayu itu pada kebanyakan mager??

Oh yaa aku pernah dicurhatin sama tukang becak soal sifat malasnya orang-orang melayu ini. (Jangan ditanya kenapa tukang becak bisa curhat sama ku ya)

Baiklah, kita singkat aja tukang becak ini menjadi  "TB".

TB : "orang melayu itu kerja gak mau berkeringat tapi kalau makan berkeringat"

Aku : "ohh pantas lah ada isitilah Biar rumah condong asalkan gulai lemak"

TB : "itulah rata-rata orang melayu jarang maju, mungkin karna kebiasaan hidup enak di zaman kerajaan tebawak sampai sekarang"

Aku gak percaya sepenuhnya pendapat uwak becak ini, tapi dia sebagai orang melayu yang udah cukup lama juga tinggal di daerah yg mayoritasnya melayu ada benarnya juga.

Jujur aku sendiri juga mageran anaknya. Sangking magernya seharian bisa tidur ntah berapa kali. Gak ngerti juga ntah karna darah melayunya atau emang karna bawaan badan. Tapi kalau masalah kerja, Ayah termasuk orang yang rajin kok mungkin karna kebanyakan bergaul sama orang Padang kali yak??
Kalau aku sih melayu yang gak suka diperintah. Bawaannya pengen jadi boss aja (mulai belagu) iyaa, boss bual lebih tepatnya yaa 😁

Jadi kesimpulannya adalah sebagai orang melayu yang menjunjung tinggi derajat dan maratabat adat istiadat para leluhur terdahulu. Kita harus bisa bersaing di zaman era globalisasi dengan Stabilitas Ekonomi yg kian menurun, menuntut kesenjangan sumber daya manusia yang mengaharuskan.... (Udah, udah, udah yaa, udah cukup gak usah dilanjutkan lagi. Sumpah muabacanya)

Gadak kok pesan moral yang bisa diambil dipostingan kali ini (kayak sebelumnya pernah ada aja)
Iyaa serius, gak ada maksud untuk menghina suku sendiri juga. Karna emang kebetulan lagi mager (ehh ehh, gak lagi kebetulan kok, keseringan) 😂

Tetap bangga kok jadi orang melayu semoga magernya berkurang. Semoga yang baca jangan ikutan mager. Okee

Let's move everyday and see yaauuu!!

No comments:

Post a Comment